Berita Gresik

PG Tanam Perdana Kentang di Garut, Jabar, Target 20 Ton Per Hektar

PT Petrokimia Gresik menggelar tanam perdana kentang pada lahan demonstration plot (demplot) di Desa Karyamekar, Kecamatan Pasirwangi, Garut.

PG Tanam Perdana Kentang di Garut, Jabar, Target 20 Ton Per Hektar
foto: humas pg untuk surya.co.id
TANAM PERDANA - Dirut PG Rahmad Pribadi saat saat acara tanam perdana kentang di Desa Karyamekar, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (11/2/2020).  

SURYA.co.id | GRESIK - PT Petrokimia Gresik menggelar tanam perdana kentang pada lahan demonstration plot (demplot) di Desa Karyamekar, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Harapannya, dengan sistem pemupukan yang tepat produktivitas kentang mampu mencapai lebih dari 20 ton per hektar, Kamis (13/2/2020). 

Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi, mengatakan, penanaman bibit kentang perdana ini ditanam seluas setengah hektar lahan kentang menggunakan pupuk non-subsidi yaitu NPK Phonska Plus.

Untuk sistem  pemupukannya adalah 400 kilogram pupuk NPK Phonska Plus untuk lahan seluas setengah hektar.

"Dengan formula pemupukan yang tepat,  produktivitas kentang mampu mencapai lebih dari 20 ton per hektar. Sementara data di Badan Pusat Statistik 2019, rata-rata produktivitas tanaman kentang nasional hanya 18,71 ton per hektar," kata Rahmad. 

Lebih lanjut Rahmad mengatakan, kentang merupakan salah satu tanaman hortikultura strategis nasional, bahkan bisa diekspor. Berdasarkan data BPS, panen kentang nasional pada 2018 mencapai 1,28 juta ton dari luas panen 68.683 hektar. 

Untuk tahap awal  2020 ini PG memilih Jawa Barat menjadi demplot kentang, sebab sebagai penghasil kentang terbesar ketiga, setelah Jawa Timur dan Jawa Tengah dengan total produksi mencapai 265.537 ton. Selanjutnya, demplot akan dilakukan di beberapa daerah sentra hortikultura lainnya di tanah air. 

“Kami siap memberikan pengawalan pemupukan dan pengendalian hama untuk petani yang menanam kentang. Harapannya,  sektor agroindustri mendapat input berkualitas dalam proses industrinya, sehingga petani bisa makmur, katanya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved