Berita Gresik

Pengakuan Keluarga Mahasiswa Unesa di Gresik jelang Kepulangan Anaknya dari Karantina di Natuna

Sudarso hanya bisa melihat wajah putrinya, Fitra Suryaning Wulan, dari layar kaca handphone miliknya.

Pengakuan Keluarga Mahasiswa Unesa di Gresik jelang Kepulangan Anaknya dari Karantina di Natuna
foto: humas unesa untuk surya.co.id
Kondisi mahasiswa Unesa saat makan bersama di Asrama Kota Wuhan, Tiongkok, Kamis (30/1/2020). 

SURYA.co.id | GRESIK – Sudarso hanya bisa melihat wajah putrinya, Fitra Suryaning Wulan, dari layar kaca handphone miliknya.

Fitra panggilan akrabnya, satu dari sejumlah mahasiswa Unesa Surabaya mendapat beasiswa di Wuhan, China.

Selama ini, dia tidak tahu kapan bisa bertemu dan memeluk putrinya itu lagi.

Hampir lima bulan dia tidak berjumpa dengan putrinya, Fitra, yang mendapat beasiswa di Centrak China Normal University (CCNU).

Lokasi belajar anaknya berada di Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Warga Desa Cangkir RT 03/RW 01, Kecamatan Driyorejo itu terakhir kali menghubungi anaknya pada Kamis (13/2/2020) siang. Saat itu anaknya setelah makan siang.

 “Baru tadi video call sama anak saya,” kata Sudarsso kepada Surya.co.id, Kamis (13/2/2020).

Sudarso tidak mengetahui kapan anaknya pulang ke rumah.

Fitra saat ditelepon juga belum tahu kapan pulang ke Driyorejo.

Yang jelas saat kepulangan anaknya tiba dia akan menggelar syukuran sederhana di rumah.

“Nanti keluarga buat syukuran di rumah. Namanya tidak pernah bertemu anak,” kata dia.

Fitra mahasiswi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Fakultas Bahasa dan Seni jurusan Bahasa Mandarin ini kondisinya sehat.

Menurut Sudarso, nanti saat anaknya pulangn akan dikumpulkan bersama pihak Kampus bersama keluarga mahasiswa lain yang mendapat beasiswa di China.

 “Katanya nanti keluarga akan dikumpulkan sama Kampus kalau sudah pulang ke Gresik, seperti itu,” tutupnya.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved