PAN Jatim Siap Hadapi "Sanksi" dari Zulhas Karena Mendukung Mulfachri Harahap

PAN Jawa Timur siap menghadapi konsekuensi atas kekalahan Mulfachri Harahap dari Zulkifli Hasan pada pemilihan Ketua Umum PAN lalu.

PAN Jatim Siap Hadapi
ist
Pengurus DPW PAN Jawa Timur bersama Zulkifli Hasan di Surabaya beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Timur siap menghadapi konsekuensi terburuk dari hasil Kongres PAN awal pekan lalu. Termasuk, menghadapi dampak kekalahan Mulfachri Harahap dari Zulkifli Hasan pada pemilihan Ketua Umum PAN lalu.

Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Jatim, A Basuki Babussalam menyadari bahwa keputusan DPW memberikan dukungan kepada Mulfachri di Kongres bukan tanpa risiko.

"Dinamika politik atau pilihan politik memang tak lepas dari risiko politik," katanya.

Menurutnya, perbedaan pilihan dalam kontestasi merupakan sebuah kewajaran. "Kami kemarin memang tidak ke Pak Zul (Zulkifli Hasan)," terangnya.

Sehingga, sebagai konsekuensi atas pemberian dukungan tersebut bukan tak mungkin pihaknya akan mendapatkan sanksi.

Termasuk, kemungkinan ia dan para pucuk pimpinan Jatim yang lain akan terlempar dari struktur kepengurusan di pucuk pimpinan PAN Jatim.

"Memang, sangat mungkin akan dinamika kedepan. Kami harus siap," tegas Basuki yang juga Ketua Fraksi PAN di DPRD Jatim ini.

Sekalipun demikian, ia tetap bersikap bijaksana bahwa 'punishment' tersebut merupakan risiko terburuk dari iktiar dalam membesarkan partai. "Namanya sebagai ikhtiar kebaikan, apa pun risikonya harus siap," katanya.

Pun apabila pada akhirnya mayoritas pengurus daerah di Jawa Timur sebagai pemilik suara pada Musyawarah Wilayah (Muswil) nanti tak memberikan dukungan kepadanya, Basuki juga siap menerima. Menurutnya, ikhtiar dalam membesarkan partai tak harus berada di pucuk pimpinan.

"Kami siap dimanapun. Di pinggir siap, di tengah siap, memimpin pun siap," kata Anggota DPRD Jatim tiga periode ini.

"Prinsipnya, kalaupun kami dinilai pantas memimpin, kami siap. Namun kalau tak pantas dan dinilai ada yang lebih pantas, prinsipnya demi kebesaran partai," katanya.

Untuk diketahui, pada Kongres PAN lalu, DPW PAN Jatim berada di barisan pendukung Mulfachri Harahap sebagai rival dari Zulkifli Hasan. Bahkan, PAN Jatim ikut menggalang dukungan bersama 38 DPD PAN se-Jatim.

Dua hari sebelum pelaksanaan Kongres, PAN Jatim bahkan menjadi tuan rumah Konsolidasi DPW maupun DPD para pendukung Mulfachri-Hanafi se-Indonesia. Sayangnya, dukungan tersebut ternyata gagal mengantarkan pasangan MH (Mulfachri-Hanafi) memimpin PAN. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved