Berita Tuban

Mantan Waketum Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban Tinggal Jalani 2 Bulan Penjara Setelah Divonis 6 Bulan

Mantan Wakil Ketua Umum Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban, Liu Pramono, divonis enam bulan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Tuban

Mantan Waketum Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban Tinggal Jalani 2 Bulan Penjara Setelah Divonis 6 Bulan
m sudarsono/surya
Waketum Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban, Liu Pramono, saat menjalani persidangan putusan di Pengadilan Negeri Tuban, Kamis (13/2/2020) 

SURYA.co.id | TUBAN - Mantan Wakil Ketua Umum Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban, Liu Pramono, divonis enam bulan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Tuban, Kamis (13/2/2020). Meski begitu, pria yang tersandung kasus pemalsuan dokumen surat tersebut hanya tinggal menjalani masa tahanan dua bulan penjara.

"Liu ditahan sejak 11 Oktober 2019, setelah ditetapkan tersangka oleh polisi. Jadi hukumannya tinggal sisa dua bulan penjara, karena vonis enam bulan dikurangi masa tahanan," kata Humas PN Tuban, Donovan Akbar Kusuma.

Donovan menjelaskan, vonis terhadap terdakwa ini lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yaitu tujuh bulan penjara. Pengadilan juga memberikan kesempatan kepada JPU maupun pihak tergugat untuk pikir-pikir selama 7 hari, pasca putusan apakah akan banding atau menerima putusan pengadilan.

"Kami berikan waktu untuk pikir-pikir selama tujuh hari bagi JPU maupun pihak tergugat, apakah banding atau menerima putusan," terangnya.

Sementara itu pihak pelapor, Bambang Djoko Santoso menjelaskan, Liu melakukan pemalsuan dokumen surat, yang menjadi kewenangannya sebagai kordinator Konghucu.

Dia menerima surat dari jakarta, lalu surat tersebut diterima oleh Liu. Surat itu berisi delegasi untuk keberangkatan suatu acara.

Namun ternyata, surat yang menjadi kewenangannya itu ditandatangani oleh Liu.

Meski begitu, Bambang puas atas vonis hakim Pengadilan Negeri Tuban.

"Saya puas, inilah hukum yang adil dan bijaksana," ucap pria yang juga sebagai seksi pemuda dan olahraga Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban itu.

Kuasa Hukum Liu Pramono, Sofyan Jimmy Yosadi menyatakan, kliennya memang menginginkan putusan bebas, meski begitu dia menghormati keputusan majelis.

"Kami masih pikir-pikir untuk melakukan upaya banding, namun kami juga akan melaporkan Bambang karena memberikan keterangan palsu," bebernya.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved