Berita Surabaya

Lokasi Kampus Rawan Terkena Bencana, Civitas Ubhara Latihan Tanggap Bencana

Melibatkan mahasiswa, dosen dan tenaga keamanan di kampus, simulasi tanggap bencana dilakukan mulai dari evakuasi lantai tiga hingga pemadaman api.

Lokasi Kampus Rawan Terkena Bencana, Civitas Ubhara Latihan Tanggap Bencana
SURYA.co.id/Sulvi Sofiana
Mahasiswa Ubhara dibantu BPBD Jatim melakukan simulasi pemadaman api di halaman belakang kampus Ubhara, Kamis (13/2/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Menyikapi fenomena alam yang kerap terjadi di lingkungan dan lokasi Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya yang menurut penelitian ITS berada di patahan Sesar Kendeng.

Membuat pihak kampus berinisiatif untuk memberikan pelatihan tanggap bencana bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, Kamis (13/2/2020).

Melibatkan mahasiswa, dosen dan tenaga keamanan di kampus, simulasi tanggap bencana dilakukan mulai dari evakuasi lantai tiga hingga pemadaman api.

Wakil Dekan 1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Ubhara, M Fadeli mengungkapkan, banyaknya bencana yang terjadi di lingkungan mulai dari banjir, longsor hingga erupsi membuat pihak kampus berinisiatif membuat pelatihan ini.

"Mahasiswa kami latih untuk peduli lingkungan. Sehingga jika ada musibah seperti kebakaran minimal mahasiswa bisa mengatasinya,"ujarnya.

Apalagi dengan lokasi kampus yang rentan terjadi gempa, maka pihak kampus berupaya mengenalkan evakuasi dari lantai tiga kampus

"Ke depan kami bekerja sama dengan BPBD untuk KKN di desa tangguh bencana. Termasuk Pacet yang rawan longsor, apalagi Ubhara juga punya desa binaan di Pacet,"pungkasnya.

Iryan Setyanudin, staff Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim mengungkapkan dengan pelatihan ini maka terbentuk tim evakuasi yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan keamanan.

Mereka nantinya juga akan mempelajari SOP penanganan jika ada bencana yang terjadi.

"Ke depan akan kami teruskan dengan MoU karena bencana bukan cuma tanggung jawab pemerintah, tapi juga akademisi,"urainya.

Dengan KKN ini, lanjutnya, maka akan lebih mudah mengenalkan penanganan tanggap bencana pada masyarakat luas.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved