Berita Bangkalan

Bupati Bangkalan: 'Kita Buktikan Bangkalan Nyaman Bagi Para Investor'

"Kita akan buktikan bahwa Bangkalan mampu mengamankan dan membuat nyaman para investor yang akan berinvestasi di Bangkalan," ungkap Bupati Bangkalan

Bupati Bangkalan: 'Kita Buktikan Bangkalan Nyaman Bagi Para Investor'
surabaya.tribunnews.com/ahmad faisol
Bupati Bangkalan, RK Abdul Latif Amin Imron dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 di Pendapa Pratanu, Kamis (13/2/2020). 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Presiden Jokowi telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di sejumlah kawasan, termasuk Kabupaten Bangkalan, Madura.

Dalam perpres yang ditetapkan pada 20 November 2019 itu, Bangkalan berada dalam satu kawasan percepatan pembangunan ekonomi bersama Gresik, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan (Gerbang Kertasusila).

"Kita akan buktikan bahwa Bangkalan mampu mengamankan dan membuat nyaman para investor yang akan berinvestasi di Bangkalan," ungkap Bupati Bangkalan, RK Abdul Latif Amin Imron dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 di Pendapa Pratanu, Kamis (13/2/2020).

Dalam Rapat Koordinasi Nasional Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Bogor 13 November 2019, Presiden Jokowi meminta daerah membuka lapangan kerja melalui investasi.

"Kami diminta agar tidak takut dalam mengambil kebijakan terkait investasi," jelas bupati yang akrab disapa Ra Latif itu.

Sebagai kepala daerah, Ra Latif membutuhkan dukungan penuh dari Forkompida dan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Pemkab Bangkalan.

"Kita semua berkewajiban membangun iklim investasi. Khususnya yang mampu mendorong penguatan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)," pinta Ra Latif.

Perpres Nomor 80 Tahun 2019 merupakan Rencana Induk Pemerintah Pusat. Sebagai upaya meningkatkan daya saing kawasan yang berdampak pada pertumbuhan investasi dan peningkatan perekonomian nasional, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Selain Gerbang Kertasusila, percepatan pembangunan ekonomi juga menyasar di Kawasan Bromo, Tengger, dan Semeru (BTS), kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan, Kawasan Madura dan Kepulauan.

Ra Latif menegaskan, kebijakan tersebut merupakan momentum bagi masyarakat Bangkalan dan Madura khususnya untuk mengejar ketertinggalan.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved