Berita Surabaya

2 Pejabat Pemprov Jatim Niat Maju Pilkada Serentak, Gubernur Khofifah Imbau Mundur dari Jabatan

Gubernur Khofifah mengimbau ASN di Jawa Timur untuk mundur dari jabatan bagi mereka yang berniat untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah

2 Pejabat Pemprov Jatim Niat Maju Pilkada Serentak, Gubernur Khofifah Imbau Mundur dari Jabatan
Pemprov Jatim
Gubernur Khofifah dan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan usai rakor terkait Pilkada serentak, Kamis (13/2/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengimbau ASN di Jawa Timur untuk menaati aturan khususnya bagi mereka yang berniat untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Ia meminta agar ASN memutuskan untuk mengikuti kontestasi politik harus mundur dari jabatannya.

"Kebetulan kalau di Pemprov ada satu ASN di yang berniat maju di Sumenep dan satu lagi di Tuban. Ikuti saja regulasinya kalau mereka resmi mendaftarkan diri, mereka harus mengundurkan diri dari ASN dengan begitu posisinya pada saat mereka sudah menjadi calon mereka sudah bukan ASN lagi," kata Khofifah seusai meghadiri rakor pimpinan di Mapolda Jawa Timur.

Ia mengatakan pihaknya sudah menyampaikan hal ini pada anak buahnya. Bahwa aturan ini sama halnya dengan imbauan Menteri Dalam Negeri yang meminta pemerintah daerah turut menyosialisasikan aturan dan batasan batasan yang ada. Termasuk ASN yang tidak boleh mengikuti kegiatan politik.

"Jaga netralitas ASN. Itu satu hal yang harus diantisipasi," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, untuk jajaran eselon dua di Pemprov Jatim terdapat dua orang ASN yang sudah secara terang menyampaikan niatannya untuk maju dalam kontestasi pemilihan kepala daerah, yaitu Kepala Bakorwil Pamekasan Fattah Jasin yang berniat untuk maju Pilbup Sumenep, dan juga Kepala Dinas ESDM yang berniat untuk maju Pilbup Tuban.

"Kemarin saya rasa ada teman yang melakukan aksi dengan memberikan warning ke Pemprov karena identifikasinya kemungkinan terjadi di kabupaten yang mereka sampaikan, jadi kewaspadaan itu sebetulnya sudah harus dilakukan secara seksama dan elemen masyarakat juga sudah memberikan warning dan saya rasa ini akan menjadi titik di mana kita melakukan antisipasi bersama-sama," tandas Khofifah.

Di sisi lain, mantan Mensos ini mengajak seluruh pihak di Jawa Timur untuk menjaga harmonisasi jelang pelaksanaan Pilkada di 19 daerah di Jawa Timur.

Ia ingin agar seluruh pihak saling mengingatkan pentingnya toleransi. Jangan sampai di Jatim terjadi disharmoni, kemudian terjadi politisasi Sara dan politik identitas.

"Kita Alhamdulillah posisi pada pilpres kemarin juga dinamika-dinamika ada tapi so far semua berjalan aman damai. Dan kita bisa melihat demokrasi berjalan dengan sangat baik. Di tahun 2020 ini ada 19 kabupaten dan kota yang rata-rata sangat gede gede DPT nya, maka dinamika yang harus diantisipasi bersama," tegasnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved