Berita Surabaya

YPTA Surabaya Aplikasi Sistem Isyarat Bahasa Indonesia untuk SLB

Bahasa isyarat merupakan metode komunikasi yang umumnya diterapkan oleh tunarungu dan tunawicara

YPTA Surabaya Aplikasi Sistem Isyarat Bahasa Indonesia untuk SLB
sulvi soviana/surya
Para guru dan siswa SLB saat mempraktikan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia untuk pembelajaran Sekolah Luar Biasa (SLB). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bahasa isyarat merupakan metode komunikasi yang umumnya diterapkan oleh tunarungu dan tunawicara. Sayangnya, Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) dan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) yang selama ini secara resmi diterapkan masih sulit dipahami tunarungu dan tunawicara.

Untuk itu, M Bagus Setiyo Bakti, pegawai Direktorat Sistem Informasi-Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya ciptakan Aplikasi Sistem Isyarat Bahasa Indonesia untuk pembelajaran Sekolah Luar Biasa (SLB).

Bagus mengatakan, bahwa komunikasi antara penyandang disabilitas dan anak normal sering memunculkan banyak perbedaan, sehingga ia berupaya membuat sistem untuk mengatasi persoalan tersebut.

‘’Anak disabilitas juga berhak diperlakukan sama seperti halnya anak normal. Pada umumnya kebanyakan orang normal susah memahami apa yang diinginkan oleh disabilitas, terutama dalam berkomunikasi,’’ ucap lulusan S2 Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya tersebut, Rabu (12/2/20).

Dalam hal ini Bagus mengimplementasikan SIBI menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) untuk memproses 26 kelas alfabet dan 10 kelas angka.

CNN merupakan salah satu disiplin ilmu dalam Deep Learning, di mana komputer akan belajar dari data yang tersedia untuk membedakan semua abjad dan angka dalam bahasa isyarat.

"Hasil akurasi sistem tersebut menunjukkan angka yang tinggi, yaitu 97,55 persen dari 100 epoch dalam proses training. Sedangkan nilai validasi data dengan menggunakan gambar menunjukkan angka 91,67 persen," paparnya.

Bagus menambahkan aplikasi tersebut juga dapat berjalan secara realtime, sehingga akan memudahkan pengguna.

‘’Aplikasi berjalan secara realtime, jadi user dapat mencoba secara live dengan arahan yang diberikan oleh pemandu dari layar monitor,’’ imbuh Bagus.

Dengan Aplikasi Sistem Isyarat Bahasa Indonesia yang telah dirancang, Bagus berharap supaya komunikasi antara penyandang disabilitas dengan orang normal dapat dilakukan lebih mudah.

‘’Harapannya semua orang dapat belajar Bahasa isyarat lebih mudah, sehingga komunikasi dengan penyandang disabilitas dapat dilakukan layaknya orang normal pada umumnya,’’ tutup Kepala Sub Bagian IT dan Hardware Direktorat Sistem Informasi tersebut.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved