Pilkada Kediri 2020

Survei Pra-Pilkada Kediri 2020 ASTI, Masykuri dan dr Sukma Bakal Calon Populer

Lembaga survei Akurasi Survei Terukur Indonesia (ASTI) merilis hasil survei yang dilakukan sebelum penetapan nama bakal calon oleh partai politik.

Survei Pra-Pilkada Kediri 2020 ASTI, Masykuri dan dr Sukma Bakal Calon Populer
didik mashudi/surya
Akurasi Survei Terukur Indonesia (ASTI) merilis hasil survei pra-Pilkada Kediri, Rabu (12/2/2020) malam. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Lembaga survei Akurasi Survei Terukur Indonesia (ASTI) merilis hasil survei yang dilakukan sebelum penetapan nama bakal calon oleh partai politik. Dua nama dari 8 nama dengan peringkat tertinggi popularitasnya diraih Masykuri dan dr Sukma Sahadewa.

Popularitas Masykuri yang saat ini menjabat Wakil Bupati Kediri mencapai 80,30 persen. Sedangkan dr Sukma Sahadewa 76,69 persen. Survei dilakukan akhir Januari hingga awal Februari 2020.

"Secara popularitas Masykuri sangat tinggi mencapai 80,30 persen. Namun soal elektabilitasnya ada masyarakat yang masih ragu, ada yang menolak dan ada yang menjawab," ungkap Baehaqi, Manajer Operasional ASTI kepada awak media di Kediri, Rabu (12/2/2020) malam.

Selain Masykuri dan dr Sukma Sahadewa, bakal calon yang memiliki popularitas tinggi seperti Mujahid 72,70 persen, Insaf Budi Wibowo 66,80 persen, HM Ridwan 58,40 persen, Hanindito Himawan Pramana 53,70 persen, Eko Ediyono 46,50 persen dan Hj Yekti Wurih Wiyati 48,80 persen.

Sementara tingkat elektabilitas bakal calon bupati dari hasil survei ASTI, dr Sukma Sahadewa mencapai 12,6 persen dan Masykuri 11,4 persen.

Disusul kemudian Mujahid 8,3 persen, HM Ridwan 4,2 persen, Insaf Budi Wibowo 2,8 persen, Hanindito Himawan Pramana 1,7 persen, Yekti Wurih Wiyati 1,2 persen dan Eko Ediyono 0,8 persen. Sedangkan swing voter mencapai 57 persen.

Dalam melakukan survei, sampling responden dilakukan dor to dor secara langsung ke masyarakat di 26 kecamatan, 100 desa dengan jumlah 1.000 responden.

"Kami menemukan keluhan masyarakat, sehingga bakal calon bupati masih memerlukan tenaga untuk turun ke masyarakat. Karena masyarakat masih banyak yang tidak mengenalinya," jelasnya.

Termasuk masyarakat masih banyak yang belum mengetahui berkaitan dengan kegiatan Pilkada Kabupaten Kediri bulan September 2020.

"Ada 50 persen lebih masyarakat tidak mengetahui ada agenda Pilkada 2020. Sehingga penyelenggara perlu lebih intens melakukan sosialisasi," jelasnya.

Sesuai rencana ASTI akan melakukan survei ulang setelah bakal calon telah resmi dicalonkan partai bersama dengan pasangannya.

"Setelah ada penetapan dan rekomendasi partai kami akan survei lagi," jelasnya.

Survei pertama yang dilakukan ASTI tanpa menyebutkan nama.

Masyarakat ditanya kenal dengan bakal calon bupati yang disebut oleh responden survei.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved