Advertorial

Setelah Resmikan Embung, Bupati Blitar Rijanto Ikut Panen Raya Cabai Keriting di Desa Kaligambir

Usai meresmikan embung, Bupati Rijanto mengikuti acara panen raya cabai merah keriting di Kelompok Tani Sari Bumi, Desa Kaligambir.

Setelah Resmikan Embung, Bupati Blitar Rijanto Ikut Panen Raya Cabai Keriting di Desa Kaligambir
surabaya.tribunnews.com/samsul hadi
Bupati Blitar, Rijanto (empat dari kiri) mengikuti acara panen raya cabai keriting di Desa Kaligambir, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, Rabu (12/2/2020). 

SURYA.co.id | BLITAR - Bupati Blitar, Rijanto, meresmikan pembangunan embung di Desa Kaligambir, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, Rabu (12/2/2020).

Usai meresmikan embung, Bupati Rijanto mengikuti acara panen raya cabai merah keriting di Kelompok Tani Sari Bumi, Desa Kaligambir.

Bupati Rijanto mengatakan, pembangunan embung itu untuk mendukung pertanian di wilayah Blitar Selatan, khususnya di Desa Kaligambir. Embung dengan kapasitas 5.000 kuibik itu bisa dimanfaatkan petani untuk bercocok tanam di musim kemarau.

"Alhamdulillah, saya puas dengan peresmian embung di Desa Kaligambir. Di sinilah pemerintah hadir melihat kondisi kesulitan masyarakat," kata Bupati Rijanto.

Dikatakannya, air menjadi masalah luar biasa sulit di wilayah Blitar Selatan saat musim kemarau. Jangankan untuk pertanian, air untuk kebutuhan sehari-sehari saja sulit didapatkan warga.

Di sisi lain, menurutnya, tanah di wilayah Blitar Selatan, termasuk di Desa Kaligambir sangat bagus untuk pertanian. Tanah di wilayah Blitar Selatan bagus untuk jenis pertanian hortikultura seperti cabai, melon, semangka, dan bawang merah.

"Tapi yang menjadi masalah di Blitar Selatan, yaitu, soal air. Kalau musim kemarau sulit air. Makanya dengan pembangunan embung ini diharapkan menjadi solusi masalah air bagi petani di Blitar Selatan khususnya Desa Kaligambir," ujarnya.

Menurutnya, embung ini berfungsi menampung air saat musim hujan. Air yang ditampung di embung bisa dimanfaatkan petani untuk bercocok tanam saat musim kemarau.

"Konstruksi embung yang ini sangat simpel dan praktis. Tidak seperti embung sebelumnya berupa konstruksi pasangan dan mudah retak, karena tanah daerah sini labil. Kalau yang sekarang ini namanya bio membran bisa bertahan sampai 10 tahun," katanya.

Bupati Rijanto berharap, ke depan, pembangunan embung di wilayah Blitar Selatan bisa terus ditambah.

Pemkab Blitar akan mengusulkan anggaran untuk pembangunan embung baik di APBD Kabupaten Blitar, APBD Provinsi Jatim, dan APBN.

"Kalau pembangunan embung bertambah banyak, saya optimis masyarakat Blitar Selatan akan makmur. Apalagi kalau jalur lintas selatan sudah jadi, akses transportasi tambah mudah," katanya.

Bupati Rijanto juga mengapresiasi petani di wilayah Blitar Selatan, khususnya Desa Kaligambir. Menurutnya, para petani tetap bekerja keras menanam cabai secara swadaya meski dalam kondisi kesulitan air.

Seperti saat kegiatan panen raya cabai keriting kali ini. Menurutnya, hasil panen cabai keriting di Desa Kaligambir sangat bagus. Harga cabai keriting juga sedang mahal-mahalnya.

"Panen raya ini bersamaan dengan harga cabai keriting mahal. Sekarang harganya sekitar Rp 70.000 per kilogram. Menurut kelompok tani, ini panen yang ke-25 kali. Seharusnya menjadi yang terakhir. Tapi, karena harga cabai mahal, akhirnya tanamannya dipertahankan," katanya.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved