Berita Kediri

Harapan Digelarnya Forum Bahtsul Masail FMPP di Ponpes Lirboyo Kediri

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menghadiri pembukaan bahtsul masail di Ponpes Lirboyo Kediri.

Harapan Digelarnya Forum Bahtsul Masail FMPP di Ponpes Lirboyo Kediri
surya.co.id/didik mashudi
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menghadiri pembukaan bahtsul masail Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) se-Jawa Bali di Aula Al Muktamar Ponpes Lirboyo, Rabu (12/2/2020). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Forum bahtsul masail yang digelar Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) di Ponpes Lirboyo Kota Kediri diharapkan mampu menjawab berbagai permasalahan bangsa dan masalah sosial kemasyarakatan. FMPP diikuti ratusan utusan dari kalangan ponpes se Jawa - Bali, Rabu (12/2/2020).

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDT) Abdul Halim Iskandar yang membuka forum bahtsul masail FMPP berharap ada proses penajaman cara berfikir dan berpendapat. Termasuk cara menyampaikan pendapat.

"Banyak orang yang tidak bisa menyampaikan pendapat. Akhirnya kalau bicara ngawur dan membuat sakit hati orang lain," ungkap Abdul Halim Iskandar.

Kondisi tersebut tidak menciptakan kesejukan namun justru menciptakan ketidaknyamanan. Masalah itu terjadi karena tidak pernah masuk forum musyawarah seperti di FMPP.

"Ini serius. Memahami perbedaan pendapat itu sulit sekali kalau tidak terbiasa berdiskusi dan tidak terbiasa berdebat," ungkapnya.

Dikatakan, memiliki pemahaman yang utuh terhadap suatu masalah membutuhkan modal yang tidak sedikit. Sehingga kiai pondok pesantren pendapatnya selalu sejuk dan moderat tidak pernah ekstrim.

Hal itu disebabkan karena ulama memiliki ilmu yang tinggi dan bisa melihat segala sesuatu bukan hanya dari satu sudut, tapi berbagai sudut pandang.

"Sehingga orang yang memiliki kemampuan untuk hidup di tengah, pemikiran yang moderat itu meski orang alim, orang pinter," tandasnya.

Abdul Halim Iskandar mencontohkan, pembahasan dakwah lintas aliran yang bakal dibahas pada forum bahtsul masail bakal ramai. Karena masing-masing akan melihat dari sudut pandang yang berbeda-beda.

Namun pembahasan itu kata Abdul Halim Iskandar akan bertemu dalam satu titik dimana semua sudut pandang ketemu. "Ini ciri khas ulama pesantren dan ulama NU," ungkapnya.

Sementara KH Anwar Iskandar yang memberikan sambutan mewakili PW NU Jatim menyebutkan, forum bahtsul masail bertujuan untuk membimbing masyarakat agar yang salah menjadi benar dan yang bengkok menjadi lurus.

"Diharapkan masyarakat tidak terjebak dalam kesalahan yang berlarut-larut. Baik kesalahan di bidang aqidah, syariah, muamalah, ibadah dan akhlak," jelasnya.

Sehingga kesalahan perilaku yang terjadi di masyarakat dan keputusan yang diambil penyelenggara negara dan pemerintahan ketika menemukan kesalahan sehingga NU akan turun untuk meluruskan.

KH Anwar Iskandar mengungkapkan, hal itu juga sesuai dengan tujuan NU dilahirkan untuk menegakkan dan memperjuangkan tegaknya syariat Islam ahlul sunah wal jamaah di dalam negara kesatuan Republik Indonesia.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved