Pemprov Jatim

Gubernur Longki Apresiasi Bantuan Pemprov Jatim Pascagempa Sulteng, Bangun SD hingga Pipa Air Bersih

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengapresiasi Pemprov Jawa Timur yang telah menyalurkan banyak bantuan untuk masyarakat Sulawesi Tengah.

Gubernur Longki Apresiasi Bantuan Pemprov Jatim Pascagempa Sulteng, Bangun SD hingga Pipa Air Bersih
foto: humas pemprov jatim
Gubernur Khofifah meninjau progres pembangunan jaringan pipa air bersih di Kabupaten Sigi, Rabu (12/2/2020). 

SURYA.co.id | SIGI - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengapresiasi Pemprov Jawa Timur yang telah menyalurkan banyak bantuan untuk masyarakat Sulawesi Tengah yang kini masih berusaha bangkit pasca gempa dan tsunami pada September 2018 lalu.

Saat mendampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang meresmikan SDN 9 Sindue dan SDN 22 Lende Tovea di Kabupaten Donggala serta meninjau progres pembangunan jaringan pipa air bersih di Kabupaten Sigi, Rabu (12/2/2020).

Longki menyebut bahwa perhatian warga dan Pemprov Jatim akan membawa banyak manfaat.

"Masyarakat Sulteng yang terdampak mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian warga Jawa Timur. Ibu Khofifah untuk Sulteng begitu banyak, ada sekolah, ada pembangunan pipa air bersih, nilainya hampir Rp 10 miliar," kata Longki.

Tepatnya untuk bangunan sekolah senjlai Rp 3,8 miliar, dan untuk pembangunan jaringan pipa air bersih senilai Rp 5 miliar.

Menurut Longki, untuk sekolah dasar yang sudah diresmikan oleh Gubernur Khofifah bisa langsung dimanfaatkan oleh para siswa untuk sekolah dan melakukan kegiatan belajar mengajar.

"Untuk Sigi, kebutuhannya memang air bersih. Mudah-mudahan Balai Wilayah Sungai Sulawesi III bisa mengejar kesiapan pengaliran air bakunya," kata Longki.

Selain itu ia juga menegaskan bahwa pihaknya sudah berbagi tugas pasa kepala daerah Kabupaten Sigi untuk berkomunikasi dengan warga setempat terkait distribusi air bersihnya.

Sebab ada permasalahan terkait penyaluran air bersih di Sigi. Dimana ada kampung warga yang melarang adanya pendistribusian air bersih lantaran kampung mereka tidak masuk dalam warga yang menerima air bersih tersebut.

"Kita sudah berbagi tugas dengan pemerintah daerah setempat untuk sosiasliasi di daerah daerah tertentu yang masih ada permintaan-permintaan yang aneh-aneh. Pemda Sigi akan bisa melakukan itu," tegasnya.

Di sisi lain, terkait pertanian di Sulteng, Longki menyebutkan, usai setahun lebih pasca gempa dan tsunami, sektor pertanian memang belum pulih seluruhnya. Namun pihaknya tengah terus berupaya agar lahan lahan persawahan bisa kembali pulih dengan penyaluran irigasi.

"Untuk lahan pertanian sudah 1.010 hektar yang sudah diairi dan sudah menanam dengan jagung. Ini akan bertahap lah, rencananya akan ada tiga tahap pemulihan lahan pertanian kami. Supaya pulih dan kapasitasnya yang mencapai 8.000 hektar akan kembali," pungkas Longki.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved