Berita Madiun

GP Ansor Kecam Komentar Tokoh & Politikus yang Mengaitkan Tugu JNK dengan Simbol Palu Arit

Menurut mereka, sejumlah tokoh dan politikus tersebut tidak paham sejarah, situasi kebatinan, dan sosiologi masyarakat Madiun

GP Ansor Kecam Komentar Tokoh & Politikus yang Mengaitkan Tugu JNK dengan Simbol Palu Arit
surabaya.tribunnews.com/rahadian bagus
Ketua GP Ansor Kabupaten Madiun, Khotamil Anam 

SURYA.co.id|MADIUN - Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Madiun mengecam komentar sejumlah tokoh di luar Madiun yang mengomentari dan mengaitkan tugu logo PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) di Tol Madiun dengan ancaman bahaya bangkitnya komunisme.

Menurut mereka, sejumlah tokoh dan politikus tersebut tidak paham sejarah,  situasi kebatinan, dan sosiologi masyarakat Madiun dengan melakukan penafsiran sepihak yang tidak memiliki dasar.

"Kami dari GP Ansor Kabupaten Madiun, menolak keras penafsiran yang berlebihan dan tendensius, dan bahkan politisasi, terhadap tugu logo JNK di Tol Madiun," kata Ketua GP Ansor Kabupaten Madiun, Khotamil Anam, saat ditemui usai melakukan pertemuan dengan pihak PT JNK di Jalan Borobudur no 20 Kota Madiun, Rabu (12/2/2020)

Dia meminta para politikus yang menyebarkan narasi bahwa tugu JNK di tol Madiun itu mirip lambang partai terlarang, Partai Komunis Indonesia (PKI), untuk datang langsung ke Madiun. Para politikus diminta untuk belajar tentang masyarakat Madiun supaya tidak sembarangan dalam membuat statemen di media sosial.

Menurutnya, sejumlah tokoh dan politikus di luar Madiun telah melakukan penafsiran yang berlebihan dan tendensius dan terkesan politis terhadap tugu logo JNK di tol Madiun.

"Karakter asli dan sehari-hari masyarakat Madiun itu relijius, Pancasilais. Di mana seluruh komponen masyarakat saling bekerja sama dan bergotong royong demi mencapai taraf kehidupan yang sejahtera lahir dan batin, dunia dan akhirat," jelas Anam.

Oleh sebab itu, dia meminta masyarakat dan para politikus untuk menyudahi politisasi isu komunisme demi kepentingan politis-pragmatis tertentu dengan dalih apa pun.

"GP Ansor, Banser, NU, dan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Madiun sejak dulu hingga kapan pun akan berada di garis depan membela dan mempertahankan eksistensi Pancasila, Kebhinekaan, NKRI, UUD 45, dan pandangan keagamaan Ahlussunah waljamaah yang moderat serta kompatibel dengan kultur masyarakat Nusantara," tegas Anam.

Anam menambahkan, GP Ansor juga mendukung progran percepatan pembangujam infrastruktur oleh pemerintah dengan tetap mengutamakan kemaslahatan masyarakat luas serta mempertimbangkan nilai-nilai budaya dan kearifan masyarakat.

Sementara itu, Direktur PT JNK, Agustinus Juli Dwi Winarsa, mengapresiasi dukungan dari GP Ansor terhadap PT JNK.

"Kami sangat berterimakasih, kami bisa bersilaturahmi dengan teman-teman dari GP Ansor dan juga Banser. Ada banyak hal yang disampaikan terhadap kami, bahwa logo tugu tersebut tidak bisa dipersepsijan di luar konteks, apalagi mengkaitkan dengan logo tertentu," katanya.

Terkait dengan permintaan dari masyarakat Kabupaten Madiun untuk mengubah desain dan menambahkan ikon yang menyimbolkan Kabupaten Madiun sebagai Kampung Pesilat Indonesia, akan dibahas lebih lanjut.

"Nanti akan kami lengkapi dengan tulisan JNK dan logo Kementerian PU. Nanti juga bakal dibangun tugu pesilat. Itu nanti akan kami bahas lebih lanjut," kata Dwi. 

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved