Berita Surabaya

Tekankan Leadership, SD Muhammadiyah 4 Surabaya Kembali Raih Penghargaan

Tahun ini SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya meraih penghargaan The Most Leading Character Education Islamic School of The Year 2020

Tekankan Leadership, SD Muhammadiyah 4 Surabaya Kembali Raih Penghargaan
SURYA.co.id/Sulvi Sofiana
Kepala SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Muhammad Syaikhul Islam berbincang dengan para siswa menjelaskan The Most Leading Character Education School of The Year 2020 yang diraih SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya kembali meraih penghargaan The Most Leading Character Education Islamic School of The Year 2020, pada ajang Indonesia Top 50 Education School Outstanding Achievement Award 2020, dari Indonesia Achievement Centre Indonesia (IAC), Januari lalu.

Kepala SD Muhammadiyah 4, Muhammad Syaikhul Islam mengungkapkan, IAC merupakan salah satu lembaga independen di Indonesia yang seringkali melakukan pengamatan dan observasi kepada lembaga yang memang pantas untuk diberikan penghargaan setiap tahunnya.

Dan tahun ini SD Muhammadiyah 4 mendapatkan penghargaan sebagai The Most Leading Character ini dengan beberapa pertimbangan. Yaitu SD Mudipat dinilai sekolah yang paling sukses untuk membangun peserta didiknya.

"Sebagaimana Program Mendiknas di era pak Muhajir Effendy yang meluncurkan PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) yang meliputi lima hal yakni Religiusitas, Nasionalis, Gotong Royong, Kemandirian dan Integritas dan SD Muhammadiyah 4 dinilai telah sukses mengimplementasikan lima hal dalam PPK itu,"paparnya.

Selain itu, SD Muhammadiyah 4 mempunyai Program yang namanya RIAAS (Restorasi, Ibadah dan Ahklaq Anak Sholeh).

Sekolah ingin memastikan para siswa tidak hanya cakap membaca Alquran, rajin beribadah, tetapi ahklaqnya juga harus baik dan aqidahnya juga baik.

"Juga ada Program Hizbul Wathan (HW) mulai kelas I hingga kelas VI, dengan rincian ada HW Cham dan HW Challenge,” paparnya.

Bahkan, para siswa juga dibekali leadership dengan Program Julei (Junior Leader Institute) sejak dini. Sehingga dengan memiliki skill leadership sejak SD maka tak heran ketika memasuki pendidikan di SMP atau SMA.

Kebanyakan alumni SD Muhammadiyah 4 menjadi leader ketika di SMP atau SMA, misalnya menjadi Ketua Osis, Ketua Kerohanian Islam dan lain–lain dibidang keorganisasian.

Novita Utami, kepala bidang humas menambahkan dari segi kemandirian atau kegotongroyongan, SD Muhammadiyah 4 telah menerapkan jiwa kegotongroyongan yang sangat tinggi.

Contohnya, setiap ada musibah baik di dalam negeri maupun di luar negeri, para siswa selalu melakukan penggalangan dana bantuan.

"Yang menarik ada Program Jumat Berkah yakni berbagi makanan kepada warga masyarakat, partisipasi siswa sangat tinggi hingga terkumpul paket sarapan hingga sebanyak 5 ribu bungkus,"lanjutnya.

Novita mengatakan, pihaknya belum puas dengan PPK ini karena berorientasi dengan pendidikan abad 21.

Pasalnya Program Mendiknas, Nadiem Makarim yang menguatkan pada literasi, tetapi tidak hanya literasi membaca saja, tetapi juga literasi dalam berhitung, literasi sosial.

"Jadi para siswa harus mampu berkomunikasi dengan baik, mampu berkolaborasi dengan baik dengan siapa saja, juga harus memiliki kemampuan berfikir kritis, serta harus memiliki kreativitas yang cukup untuk menjadikan bekal hidupnya ketika bermasyarakat,"urainya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved