Berita Surabaya

Sistem Penyaluran BOS Tahun Ini Resmi Diubah, Kadindik Jatim: Lebih Fleksibel

Sistem penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) diperbarui mulai tahun ini, banyak sekolah mengaku belum mengetahui

Sistem Penyaluran BOS Tahun Ini Resmi Diubah, Kadindik Jatim: Lebih Fleksibel
SURYA.co.id/Sulvi Sofiana
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sistem penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) diperbarui mulai tahun ini. Satuan pendidikan bebas menentukan besaran prosentase pembelanjaan dana BOS sesuai kebutuhannya.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi menyebut, penyaluran dana BOS pertahun ini resmi diubah.

Yakni penyaluran lebih fleksibel dan langsung dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menuju masing-masing pendidikan.

"Penyaluran BOS lebih fleksibel lantaran dari masing-masing komponen tak lagi ada batasan presentase. Karena satuan pendidikan yang lebih memahami besaran dana yang dikelola untuk satu komponen tertentu," paparnya dikonfirmasi SURYA.co.id, Selasa (11/2/2020).

Ia pun mencontohkan, komponen untuk menggaji guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap (GTT/PTT) yang selama ini dibatasi presentasenya.

Namun, mulai tahun ini satuan pendidikan diizinkan mengalokasikan gaji lebih dari minimum yang biasanya ditetapkan.

"Untuk pelaporannya langsung ke Kemdikbud. Tapi Dindik Jatim akan memonitoring laporan itu dan bertanggungjawab terhadap pelaporan yang disampaikan ke Kemdikbud," katanya.

Sementara itu, Kepala SMKN 12 Surabaya, Biwara Sakti Pracihara berpendapat adanya sistem baru penyaluran dana BOS semestinya justru mempermudah sekolah. Pasalnya peruntukkan BOS diserahkan ke sekolah.

Hanya saja berdasarkan informasi yang diterimanya, penyusunan laporan langsung melalui sistem BOS K-7 yang telah disediakan Kemdikbud.

"Masih dengar-dengar saja. Belum diterapkan karena katanya masih nunggu juklak (petunjuk pelaksana) juknisnya (petunjuk teknis). Sementara ini masih menggunakan sistem yang lama (belum ada sosialisasi)," ungkapnya.

Sementara itu, beberapa sekolah masih belum mengetahui adanya sistem penyaluran BOS terbaru.

Seperti diungkapkan Kepala SMA Dr Soetomo, I Nengah Sudiana yang belum mengambil dana BOS tahun 2020. Sehingga pihaknya belum mengetahui teknis atau informasi terkait sistem penyaluran dana BOS terbaru.

"Kami belum paham penyaluran dana BOS terbaru dan belum mendapat sosialisasi. Kemungkinan yang sudah mengambil ini yang mendapat sosialisasi dan kami baru akan mengambil dana BOS ini di tahun ajaran baru," pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved