Pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri Meninggal

Ribuan Santri Lirboyo dan Warga Kediri Iringi Pemakaman KH Ahmad Habibullah Zaini

Ribuan santri, alumni, dan masyarakat, mengiringi pemakaman KH Ahmad Habibullah Zaini, salah satu pengasuh Ponpes Lirboyo Kota Kediri.

Ribuan Santri Lirboyo dan Warga Kediri Iringi Pemakaman KH Ahmad Habibullah Zaini
istimewa/dok pribadi/didik mashudi-surya
(insert kanan) KH Ahmad Habibullah Zaini semasa hidup. Masyarakat yang takziah dan mengirim ucapan bunga duka cita wafatnya KH Ahmad Habibullah Zaini di Ponpes Lirboyo, Kota Kediri, Selasa (11/2/2020). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Ribuan santri, alumni, dan masyarakat, mengiringi pemakaman KH Ahmad Habibullah Zaini, salah satu pengasuh Ponpes Lirboyo Kota Kediri.

Almarhum dimakamkan di Magbaroh Ponpes Lirboyo, Selasa (11/2/2020).

Mendiang KH Ahmad Habibullah Zaini berpulang ke rahmatullah pada hari Senin (10/2/2020) pukul 23.15 WIB pada usia 66 tahun. Sejak kabar meninggalnya almarhum tersiar, masyarakat berdatangan ke rumah duka.

Saat pemakaman juga dihadiri para ulama dan sesepuh pengasuh Ponpes Lirboyo seperti KH Anwar Mansyur dan KH Kafabihi Mahrus.

Di sepanjang jalan ke pondok juga banyak kiriman papan bunga dukacita dari tokoh masyarakat, di antaranya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri, Nabil Haroen, Ketua Umum Pengurus Pusat Pagar Nusa (PN)

Pengasuh Ponpes Lirboyo KH Ahmad Habibullah Zaini Wafat di RS Darmo Surabaya

KH Anwar Iskandar, tokoh ulama Kediri mengungkapkan, keluarga almarhum berterima kasih kepada masyarakat yang telah takziah dan salat jenazah.

Almarhum meninggalkan 4 putra.

"Almarhum lahir pada 1954 dari ayah KH Zaini bin Munawir dari Krapyak dan Ibu Siti Khomariah binti KH Abdul Karim," jelasnya.

KH Anwar Iskandar mengungkapkan, kematian adalah sunatullah, suatu yang tidak bisa tidak karena semua orang pasti mati.

"KH Habibullah boleh wafat, siapa saja boleh meninggal. Tapi Lirboyo harus tetap hidup," tandasnya.

Diungkapkan, atas nama pribadi, masyarakat dan pengurus PW NU Jatim, KH Anwar Iskandar mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya.

"Yang mati hanya jasadnya saja, secara maknawi KH Habibullah masih terus hidup. Karena selama beliau mengajar di Ponpes Lirboyo, ilmunya akan terus dikembangkan oleh murid-muridnya dan ilmunya akan terus diajarkan kepada masyarakat," ungkapnya.

Sementara untuk menjaga ketertiban selama pelaksanaan prosesi pemakaman telah ditunjuk personel yang mengusung keranda ke tempat pemakaman yang berlokasi di lingkungan areal pondok.

Para santri, alumni dan masyarakat diminta menahan diri tidak mendekat.

Karena untuk mendapatkan barokah bisa dengan isyarat tidak perlu berebut merangsek ke depan.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved