Berita Blitar

Proyek Fiber Optik Selesai, Rekanan Harus Bayar Denda Rp 348 Juta ke Pemkot Blitar. Ini Sebabnya

Dinas Kominfo Kota Blitar kembali mengecek hasil pekerjaan proyek jaringan fiber optik

samsul hadi/surya
Dinas Kominfo Kota Blitar bersama rekanan, komisi III, dan kejaksaan mengecek hasil pekerjaan proyek fiber optik, Selasa (11/2/2020). 

SURYA.co.id | BLITAR - Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Blitar kembali mengecek hasil pekerjaan proyek jaringan fiber optik, Selasa (11/2/2020). Dinas Kominfo ingin memastikan pekerjaan proyek fiber optik di masa perpanjangan sudah beres.

"Kami mengecek di lima titik secara acak, hasil pekerjaannya sudah sesuai dengan kontrak. Rekanan sudah menyelesaikan pekerjaan di masa perpanjangan," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas Kominfo Kota Blitar, Wahyudi Eko.

Wahyudi mengatakan pengecekan pekerjaan itu meliputi kedalaman galian, penyambungan kabel, koneksi di klien, dan rekondisi di lubang bekas galian. Dari sejumlah titik yang dicek, menurutnya, sejumlah pekerjaan sudah sesuai dengan kontrak.

"Kedalaman galian sekitar 1,5 meter. Tadi dicek di salah satu titik sudah sesuai. Hanya saja di beberapa titik kedalamannya tidak sampai 1,5 meter, karena kondisi tanahnya tidak memungkinkan, ada yang berbatu," ujarnya.

Dikatakannya, masa perpanjangan pekerjaan proyek selama 50 hari.

Tapi, rekanan sudah menyelesaikan pekerjaan di masa perpanjangan selama 41 hari.

"Hasil pengecekan ini akan kami sampaikan ke pimpinan. Kalau sudah selesai, proyeknya akan diserahkan ke Pemkot. Tapi ada masa pemeliharaan selama setahun," katanya.

Menurutnya, rekanan tetap membayar denda selama menyelesaikan pekerjaan di masa perpanjangan.

Nilai dendanya satu per mil per hari dari nilai proyek.

Nilai proyek fiber optik sekitar Rp 8,5 miliar.

Halaman
12
Penulis: Samsul Hadi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved