Pemprov Jatim

Program Jatim Berkah: Lindungi Pekerja Migran hingga Beri Tunjangan 4.000 Penghafal Al-Quran

Salah satu bhakti yang dirancang adalah Jatim Berkah, yakni mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, inovatif, terbuka, dan partisipatoris.

Program Jatim Berkah: Lindungi Pekerja Migran hingga Beri Tunjangan 4.000 Penghafal Al-Quran
foto: humas pemprov jatim
JATIM BERKAH - Program Jatim Berkah menjadi salah satu prioritas Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Emil Elestianto Dardak dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, inovatif, terbuka, dan partisipatoris guna memperkuat demokrasi kewargaan untuk menghadirkan ruang sosial yang menghargai prinsip kebhinekaan. Gubernur Khofifah saat akrab bersama para santri pondok pesantren. 

SETAHUN kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak sebagai Gubernur-Wakil Gubernur Jatim mencatatkan berbagai langkah kemajuan sangat berarti bagi Jatim.

Salah satu torehan kedua pemimpin millenial ini mengusung “Nawa Bhakti Satya” atau sembilan program utama yang mereka bhaktikan kepada masyarakat Jatim.

Salah satu bhakti yang dirancang adalah Jatim Berkah, yakni mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, inovatif, terbuka, dan partisipatoris guna memperkuat demokrasi kewargaan untuk menghadirkan ruang sosial yang menghargai prinsip kebhinekaan.

Ada lima fokus utama yang menjadi target suksesnya Jatim Berkah. Yaitu Vocational Training; Pengembangan Shelter; Menjaga Harmoni Sosial dan Alam dengan Melestarikan Budaya; Membangun Karakter Pemuda; serta Perluasan Tunjangan Kehormatan Hafiz dan Hafizah.

Dalam program Vocational Training dan Pengembangan Shelter, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim sangat peduli terhadap pelindungan para pekerja migran, baik sebelum, selama, dan setelah purna kerja.

Bentuk perlindungan itu diamanatkan dalam 'Program Jatim Berkah’. Yakni melalui program vocational training pasca kepulangan pekerja migran Indonesia (PMI) dan pengembangan shelter sebagai pusat konsultasi dan pendampingan problem keluarga PMI.

Kedua program itu bertujuan mendukung Misi Gubernur Jatim mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan sosial, terutama bagi kelompok masyarakat rentan.

Selama tahun 2019, jumlah penempatan PMI asal Jatim yang tercatat di Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (SISKOTKLN) Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) sebanyak 68.740 orang. Di mana 31,26 %, mereka berangkat dari embarkasi Juanda.

Komposisi PMI yang bekerja selama 2019, di sektor formal tercatat 37,66 % dan pekerja migran perempuan sebanyak 74.83 %. Data UPT P2TK Disnakertrans Jatim berdasarkan kepulangan PMI di Bandara Juanda sebanyak 36.569 orang pada 2019.

Bentuk perlindungan pekerja migran oleh Pemprov Jatim meliputi perlindungan dari aspek informasi ketika bekerja ke luar negeri secara aman dan prosedural melalui Sarana Informasi dan Pelayanan Terpadu Pekerja Migran Indonesia (SimPADU-PMI) mencapai 351 orang dan 19.621 orang pengunjung online.

Halaman
1234
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved