Single Focus

Banyak yang Jadi Korban Penipunan, Namun Penjualan di Online Tetap Ramai. Ini Sebabnya

Saya melihat lima tahun terakhir ini, situs dan aplikasi jual beli online marak.

Banyak yang Jadi Korban Penipunan, Namun Penjualan di Online Tetap Ramai. Ini Sebabnya
istimewa/dok pribadi
Nuryadi, Pemerhati E-Commerce Satu Atap 

SURYA.co.id | SURABAYA - Saya melihat lima tahun terakhir ini, situs dan aplikasi jual beli online marak.  Tak perlu lahan atau toko besar untuk menjual barang. Era digitalisasi memungkinkan siapapun membuka pasar yang seluas-luasnya.

Cukup mengunggah produk mereka di online, semua terpajang dan bisa ditawarkan. Calon pembeli pun bisa melihat jelas.

Cukup diakses melalui smartphone, barang apa pun bisa didapat. Ketika sepakat, transaksi jual beli sudah bisa dilakukan.

Trik Lora & Refitia Jalankan Toko Online Raroutfit, Selalu Update Produk & Testimoni di Story WA

Pembelian tak perlu cash, semua dilakukan melalui online dengan pembayaran nontunai.

Inilah pasar digital. Konsumen begitu dimudahkan mendapat barang yang diimpikan.

Menurut saya, e-commerce saat ini telah memberikan jawaban atas problem kesibukan masyarakat.

Mereka tak perlu datang ke sebuah toko untuk mendapatkan barang kebutuhan.

Baik elektronik, fashion, aksesoris, sparepart kendaraan, dan semua kebutuhan rumah tangga dipenuhi dengan e-commerce. Cukup bermodal hape dan jaringan internet.

Namun, tantangan di era digitalisasi saat ini, menjaga kepercayaan konsumen.

Maraknya jual beli online menuntut penyedia belanja online menjaga kepercayaan pada konsumen ini.

Halaman
123
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved