Berita Bisnis

Bangun Ballroom Kapasitas 1.120 Orang, Grand Inna Tunjungan Surabaya Gandeng Tata Bumi Raya

HIN menggandeng perusahaan kontruksi PT Tata Bumi Raya, perusahaan swasta yang berkantor pusat di Surabaya.

Bangun Ballroom Kapasitas 1.120 Orang, Grand Inna Tunjungan Surabaya Gandeng Tata Bumi Raya
surya.co.id/sri handi lestarie
Direktur Utama PT Tata Bumi Raya, Jamhadi bersama Iswandi Said, President Director Inna Hotels and Resort atau HIN, saat ground breaking pembangunan ballroom di Grand Inna Tunjungan Surabaya, Selasa (11/2/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Hotel Indonesia Natour (Persero) atau HIN menggelar groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan ballroom di Hotel Grand Inna Tunjungan, Surabaya, Selasa (11/2/2020).

Sebagai kontraktor, HIN menggandeng perusahaan kontruksi PT Tata Bumi Raya, perusahaan swasta yang berkantor pusat di Surabaya.

Iswandi Said, President Director Inna Hotels and Resort atau HIN, mengatakan pihaknya menggandeng Tata Bumi Raya setelah kontraktor tersebut berhasil memenuhi hasil seleksi yang dilakukan bersama perusahaan kontraktor lainnya.

"Kami melihat Tata Bumi Raya juga sudah berpengalaman membangun gedung. Dan kami berharap proyek bisa berjalan sesuai dengan kontrak," kata Iswandi, didampingi Jamhadi, Direktur Utama Tata Bumi Raya.

Dalam kontraknya, pembangunan akan berlangsung selama 12 bulan dengan nilai proyek mencapai Rp 73 miliar.

Pembangunan ballroom berkapasitas 1.120 orang, ini berada di atas lahan 2,8 hektar dengan luas bangunan mencapai lebih dari 5.000 meter persegi.

Terdiri atas bangunan bertingkat tiga, dengan lantai tiga sebagai area ballroom yang dilengkapi dengan masjid, kemudian dua lantai dibawahnya untuk areal parkir mobil berkapasitas 167 unit.

Jamhadi menambahkan, pihaknya siap melaksanakan kontrak kerja pembangunan ballroom Grand Inna Tunjungan ini dengan tepat mutu, waktu, dan biaya.

"Kami cukup senang dengan terpilih sebagai pelaksana proyek ini. Apalagi HIN merupakan salah satu BUMN, dimana BUMN ini merupakan agen pembangunan, yang bisa mendorong swasta untuk berkembang," kata Jamhadi.

Meski dalam kontrak, masa pengerjaan mencapai 12 bulan, Iswandi mengaku menantang Tata Bumi Raya untuk bisa menyelesaikan sebelum bulan Desember 2020.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved