Pilkada 2020

Tak Ingin Buru-buru Turunkan Rekom, NasDem Konsentrasi di 16 Pilkada Serentak Jatim

Nasdem menggunakan pendekatan berbeda di setiap daerah, bergantung pada kekuatan Nasdem di daerah tersebut

Tak Ingin Buru-buru Turunkan Rekom, NasDem Konsentrasi di 16 Pilkada Serentak Jatim
tribun jatim/sofyan arif candra
Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Jawa 4 (Jatim) DPP Nasdem, Dossy Iskandar 

SURYA.co.id | SURABAYA - DPP Partai Nasional Demokrat (DPP Nasdem) enggan terburu-buru mengeluarkan rekomendasi calon kepala daerah untuk Pilkada serentak 2020.

Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Jawa 4 (Jatim) DPP Nasdem, Dossy Iskandar mengatakan pemenangan pemenangan Pilkada serentak termasuk di Jawa Timur menjadi satu kesatuan dari gerakan pemenangan Pilkada secara nasional.

"Partai Nasdem ingin meraih kemenangan yang gemilang di Pemilu 2024, jadi kemenangan dalam Pilkada ini menjadi strategi pemenangan yang penting bagi partai kedepan," ucap Dossy, Senin (10/2/2020).

Dalam menentukan rekomendasinya, Nasdem menggunakan pendekatan berbeda di setiap daerah bergantung pada kekuatan Nasdem di daerah tersebut serta melihat kekuatan partai lain.

"Apakah nanti kita akan jadi pengusung utama ataukah mitra koalisi, yang jelas Nasdem akan mengambil peran yang cukup signifikan di Pilkada serentak ini," lanjutnya.

Di Jawa Timur, Nasdem akan fokus di 16 Pilkada dari 19 daerah yang menyelenggarakan Pilkada serentak karena di tiga daerah lainnya Nasdem tidak memiliki kursi.

"Untuk rekomendasi dari 16 daerah tersebut, ada beberapa daerah yang secara khusus dipandang sudah memadai, kita turunkan rekomendasinya," ucap anggota DPR RI dari Dapil Jatim VIII ini.

Ia hanya menyebutkan di Ponorogo, rekomendasi Nasdem jelas ke petahana yaitu Ipong Muchlisoni, sedangkan daerah lainnya ia masih enggan menyebutkannya.

"Kita sangat obyektif menentukan rekomendasi, mulai daru melihat ketokohan, hingga melihat kepercayaan rakyat yang dilihat dari hasil survei. Kita memang sudah melakukan pemotretan di setiap daerah yang melakukan Pilkada," ucapnya.

Saat ini, Nasdem sudah mempunyai tim khsusus di DPP yang akan menentukan rekomendasi.

"Dari beberapa kandidat memang ada kesamaan kesamaan nilai plus dan minus tapi masih banyak parameter lain yang bisa menentukan rekomendasi," pungkas Dossy.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved