Properti

Pengembang Properti Mulai Agresif Garap Lahan Sekitar JLLT Surabaya

Pengembang properti Dian Regency Group melirik kawasan JLLT atau OERR Kota Surabaya dan akan mengembangkan lahan seluas 3,4 hektar di sana.

Pengembang Properti Mulai Agresif Garap Lahan Sekitar JLLT Surabaya
ist
Area pengembangan oleh PT Taman Timur Regency di kawasan Keputih, Surabaya Timur. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perusahaan pengembang properti terlihat mulai agresif melakukan pengembangan di kawasan sekitar proyek Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT) atau Outer East Ring Road (OERR) Kota Surabaya.

Selain pengembang yang sudah ada seperti Pakuwon Group dengan kawasan Pakuwon City dan Dian Regency Group, juga ada pengembang baru.

Salah satunya adalah PT Taman Timur Regensi yang meluncurkan proyek perumahan Eastern Park Residence.

"Kami memiliki lahan seluas 3,4 hektar, kami kembangkan untuk rumah dan ruko dengan jumlah 324 unit dan 52 unit," jelas Michael Susanto, Direktur PT Taman Timur Regensi, Senin (10/2/2020).

Proyek perumahan tersebut akan dilaunching pada 27 Februari mendatang dengan mengundang lebih dari 1.100 agen properti.

Mereka selanjutnya akan mendapatkan NUP (Nomor Urut Pemesanan) dan satu bulan kemudian dilanjutkan dengan pemilihan unit.

Michael optimis akan mendapat respon positif dari pasar, mengingat produk yang mereka tawarkan adalah rumah tapak dengan dua lantai yang siap pakai.

"Kami siapkan rumah dua lantai lantai dengan ukuran yang Compact yang sesuai dengan kebutuhan konsumen untuk memiliki rumah yang masih berada di wilayah Kota Surabaya," jelas Michael.

Apalagi saat ini kawasan Surabaya Timur sudah berkembang pesat dengan banyaknya infrastruktur pendukung seperti lembaga pendidikan, rumah sakit dan lainnya.

Keberadaan Jalan Ir Soekarno berhasil membuka isolasi kawasan timur Surabaya dan penambahan JLLT, semakin menarik untuk invetasi di kawasan pesisir timur.

"Nah bagi kalangan milenial yang saat ini kebutuhan tempat tinggal masih menginginkan rumah tapak, kami siapkan dengan satu kluter dengan empat tipe. Yaitu tipe dengan ukuran 5 x 10 meter, 6 x 10 meter, dan 7 x 10 meter," jelas Michael.

Sedangkan untuk ruko memiliki ukuran 4,5 meter x 12 meter dengan harga mulai Rp 1,5 miliar. Sementara untuk rumah tapak dua lantai, dijual dengan harga mulai Rp 700 jutaan hingga Rp 1 miliar.

keberadaan proyek ini tentu saja berdampak positif bagi pengembangan wilayah, menggeliatkan ekonomi dan investasi di kawasan Surabaya Timur.

"Properti di kawasan Keputih akan meningkat drastis harganya, diiikuti perkembangan ekonomi dan lapangan pekerjaan baru akan semakin berkembang,” lanjut Michael.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved