Berita Kediri

Mengaku Nafsu Lihat Siswi SMP, Pembina Pramuka di Kediri Peluk dan Ciumi Sejumlah Anak Asuhnya

Para siswi yang menjadi kriterianya dipanggil untuk masuk ke dalam sanggar pramuka dan selanjutnya melakukan hal tak terpuji.

SURYA.co.id/Didik Mashudi
Kapolres Kediri, AKBP Lukman Cahyono memperlihatkan tersangka oknum pembina pramuka salah satu SMP swasta yang mencabuli anak asuhnya, Senin (10/2/2020). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Sandi Hari Pradana (23), pembina pramuka sebuah SMP swasta di Kabupaten Kediri ini dilaporkan telah mencabuli sejumlah anak asuhnya.

Kapolres Kediri, AKBP Lukman Cahyono menjelaskan, ungkap kasus cabul oknum pembina pramuka ini hasil kerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri.

Berdasarkan keterangan, kejadian terakhir dilakukan oleh pria warga Desa Gadungan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri itu pada akhir bulan Desember tahun lalu, di sanggar pramuka salah satu SMP swasta di Kabupaten Kediri.

Petugas mendapatkan laporan, ada seorang pembina pramuka di salah satu SMP swasta telah melakukan perbuatan cabul terhadap siswinya pada saat kegiatan ekstrakulikuler pramuka di sekolahnya.

Menyusul laporan tersebut pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan serta mendapatkan bukti yang cukup.

"Pelaku telah diamankan petugas," jelasnya kepada awak media, Senin (10/2/2020).

Dari keterangan korban, pelaku melakukan perbuatan cabul dengan cara memanggil satu persatu siswi untuk masuk ke dalam sanggar pramuka. Kemudian di dalam sanggar pelaku memeluk dan menciumi korban.

Kejadian itu terjadi berulang kali pada saat kegiatan ekstrakulikuler pramuka di sekolah.

Dua korban yang telah dimintai keterangan masing-masing, Melati (15) dan Mawar (14) bukan nama sebenarnya.

"Disamping dua korban yang telah melaporkan kejadian, berdasarkan keterangan pelaku masih ada korban lain yang dicabuli oleh pelaku," jelasnya.

Petugas telah mengamankan barang bukti berupa satu seragam pramuka lengan panjang warna coklat dan satu rok pramuka panjang warna coklat.

Sementara motif tersangka Sandi Hari Pradana, melakukan perbuatan cabul karena timbul nafsu saat melihat para siswi yang menjadi anak asuhnya mengikuti kegiatan ekstra kurikuler pramuka.

Pembina Pramuka SMP di Kediri Lakukan Hal Tak Terpuji ke Sejumlah Anak Asuhnya, Korban Ungkapkan Ini

Kemudian siswi yang menjadi kriterianya dipanggil untuk masuk ke dalam sanggar pramuka dan selanjutnya korban dicabuli.

Tersangka bakal dijerat dengan pasal 82 ayat (1) jo pasal 76E jo pasal 82 ayat (2) UU RI nomor 35/ 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 /2002 tentang Perlindungan Anak.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved