Ciumi Siswi SMP, Modus Pembina Pramuka di Kediri Ini Luapkan Nafsu di Dalam Sanggar

Bermodus memanggil satu per anak asuh incarannya masuk sanggar, pembina Pramuka di Kediri ini peluk dan ciumi siswi SMP untuk luapkan nafsunya.

SURYA.co.id/DIDIk MASHUDI
Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono memperlihatkan tersangka oknum pembina pramuka salah satu SMP swasta yang mencabuli anak asuhnya, Senin (10/2/2020). 

Pada saat sidang tuntutan, pembina Pramuka itu dituntut hukuman kebiri setelah didakwa melakukan pencabulan terhadap 15 anak didiknya.

Selain hukuman badan yang dilayangkan jaksa terhadap terdakwa Rahmat Santoso Slamet, seorang pembina Pramuka itu, ia juga dituntut hukuman kebiri kimia. 

Anehnya, 15 anak dari enam sekolah di Surabaya yang menjadi korban perbuatan tak terpuji Rahmat semuanya siswa laki-laki.

Rahmat diduga sering kali melakukan hal tak senonoh itu di kediamanannya Jalan Kupang Segunting Kecamatan Tegalsari, Surabaya.

Kasi Penkum Kejati Jatim, Richard Marpaung menyebutkan untuk penuntutan hukuman kebiri kimia berlaku selama tiga tahun.

"Untuk (kebiri) itu dilaksanakan setelah hukuman penjara selesai. Jadi saat terdakwa keluar tahanan," kata Richard saat dikonfirmasi, Selasa, (5/11/2019). 

Selain hukuman tersebut, Rahmat juga diharuskan membayar denda sebesar Rp 100 juta. Apabila tidak dibayar maka hukuman ditambah (subsider) selama tiga bulan. 

Sebelumnya, beberapa pertimbangan jaksa yang memberatkan hukuman terdakwa. Di antaranya, terdakwa merupakan seorang pendidik dan telah melakukan perbuatan cabul dalam kurun waktu sekitar 4 tahun.

"Ironisnya, dari hasil psikologis, satu di antara korbannya terindikasi untuk menjadi pelaku," terang Aspidum Kejati Jatim, Asep Mariono, Senin, (4/11/2019) kemarin.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved