Ciumi Siswi SMP, Modus Pembina Pramuka di Kediri Ini Luapkan Nafsu di Dalam Sanggar

Bermodus memanggil satu per anak asuh incarannya masuk sanggar, pembina Pramuka di Kediri ini peluk dan ciumi siswi SMP untuk luapkan nafsunya.

SURYA.co.id/DIDIk MASHUDI
Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono memperlihatkan tersangka oknum pembina pramuka salah satu SMP swasta yang mencabuli anak asuhnya, Senin (10/2/2020). 

Kejadian itu terjadi berulang kali pada saat kegiatan ekstrakulikuler pramuka di sekolah.

Dua korban yang telah dimintai keterangan masing-masing, Melati (15) dan Mawar (14) bukan nama sebenarnya.

"Di samping dua korban yang telah melaporkan kejadian, berdasarkan keterangan pelaku masih ada korban lain yang dicabuli oleh pelaku," jelasnya.

Petugas telah mengamankan barang bukti berupa satu seragam pramuka lengan panjang warna cokelat dan satu rok pramuka panjang warna coklat.

Sementara motif tersangka Sandi Hari Pradana melakukan perbuatan cabul karena timbul nafsu saat melihat para siswi yang menjadi anak asuhnya mengikuti kegiatan ekstra kurikuler pramuka.

Kemudian siswi yang menjadi kriterianya dipanggil untuk masuk ke dalam sanggar pramuka dan selanjutnya korban dicabuli.

Tersangka bakal dijerat dengan pasal 82 ayat (1) jo pasal 76E jo pasal 82 ayat (2) UU RI nomor 35/ 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 /2002 tentang Perlindungan Anak.

Tersangka terancam hukuman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara serta denda paling banyak Rp 5 miliar.

Pembina Pramuka dituntut hukuman kebiri

Kasus swerupa juga terjadi di Kota Surabaya pada 2019. 

Halaman
123
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved