Berita Surabaya

Begini Pengakuan Pria Putat Jaya Surabaya saat Putuskan Jadi Kurir Sabu

Selamet Eka Darmawan (26) warga Kampung Malang terpaksa berurusan dengan Anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Surabaya

Begini Pengakuan Pria Putat Jaya Surabaya saat Putuskan Jadi Kurir Sabu
Luhur Pambudi/TribunJatim.com
Selamet Eka Darmawan saat diinterogasi Kepala BNN Surabaya AKBP Kartono 

SURYA.co.id | SURABAYA - Selamet Eka Darmawan (26) warga Kampung Malang terpaksa berurusan dengan Anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Surabaya. Ia dicokok petugas setelah menjadi target operasi BNN Kota Surabaya karena menjadi kurir sabu.

Saat dilakukan penangkapan di kosannya Jalan Putat Jaya, Sawahan, Surabaya, petugas berhasil mengamankan sekitar satu gram sabu siap edar. Kepada awak media, Selamet mengaku setiap laku menjual satu gram sabu, dia mendapat upah sekitar Rp 900 Ribu.

Ia biasa menjual barang haram itu dalam paket hemat (Pahe) kisaran Rp 200 Ribu. Selama kurun waktu enam bulan menjajakan barang haram itu kepada kalangan rekan sejawatnya.

Jadi Kurir Sabu, Pria Putat Jaya Ini Dibekuk BNN Surabaya

Ia mengaku uang hasil menjual sabu digunakan untuk makan sehari-hari.

"Gak mesti dapat Rp 200 Ribu. Hasilnya buat makan," katanya dikeler ke Kantor BNN Kota Surabaya, Senin (10/2/2020).

Pria yang bekerja sebagai penjaga toko kecamatan di kawasan Putat Jaya ini mengaku mendapat pasokan sabu dari seorang rekannya bernama Ferri.

Ia tak pernah bertemu langsung dengannya, selama ini ia bertransaksi menggunakan metode Ranjau.

"Barang dari Ferry, saya ditelpon, iya diranjau," pungkasnya.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved