Berita Malang Raya

Akibat Kasus Perundungan Siswa di Malang, Kepsek & Wakepsek Dibebastugaskan, Kadindik Disanksi Keras

Sutiaji menyampaikan, tak hanya kepsek dan wakepsek saja yang diberikan sanksi. Sanksi keras juga diberikan kepada Kadindik Kota Malang, Zubaidah

Akibat Kasus Perundungan Siswa di Malang, Kepsek & Wakepsek Dibebastugaskan, Kadindik Disanksi Keras
SURYA.co.id/Rifky Edgar
Wali Kota Malang, Sutiaji. 

Laporan Reporter, Rifky Edgar

SURYA.co.id | MALANG -
Akibat dari kasus bullying atau perundungan di Kota Malang, kepala sekolah dan wakil kepala di salah satu SMP Negeri di Kota Malang harus dibebastugaskan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wali Kota Malang, Sutiaji disela-sela mengikuti giat Musrenbang anak di Hotel Savana, Senin (10/2/2020).

Dia menyampaikan, tak hanya kepsek dan wakepsek saja yang telah diberikan sanksi.

Sanksi tersebut juga diberikan kepada tenaga pendidik di sekolah tersebut dengan memberikannya sebuah peringatan.

"Kita lihat itu di Permendikbud 85 Tahun 2015. Karena beliau ASN maka kami juga ikuti PP 53 Tahun 2010. Karena di sana aturan sudah jelas," ucapnya.

Tak hanya itu, sanksi keras juga diberikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang (Dindikbud), Zubaidah.

Zubaidah diberikan peringatan selama enam bulan untuk memperbaiki kinerjanya agar lebih baik lagi dan lebih hati-hati.

Sutiaji menganggap, bahwa Zubaidah lalai dalam menjalankan tugasnya.

Terutama dalam melakukan penginputan data dan informasi sebelum mempublikasikan ke media.

"Memang beliau dapat info dari sekolah soal perundungan ini. Tapi harusnya ada akurasi data terlebih dahulu. Akibatnya sekarang beliau yang dibully," ucapnya.

Seperti diketahui, kasus perundungan ini mendadak viral, lantaran MS, siswa kelas 7 di sekolah tersebut harus menderita luka memar di jari tengahnya.

Dia di dibully oleh teman-teman di sekolahnya yang membuatnya harus dirawat di rumah sakit.

Hingga akhirnya jari tengah MS yang mengalami luka memar itu harus diamputasi pada Selasa 4 Febuari 2020 lalu.

Dan kini, kasus tersebut telah ditangan oleh Polresta Kota Malang.

"Untuk sekarang masih tahapan pemeriksaan. Jadi belum ada tersangka. Tapi itu domainnya Polisi, bukan domain kami," tandasnya.

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved