Berita Surabaya

Vegan Revolution Kurangi Konsumsi Daging Untuk Kesehatan Diri dan Bumi

Wisma Jerman sebagai institusi kebudayaan Jerman di Surabaya memperkenalkan kebudayaan jerman lewat kegiatan 'Vegan Revolution' di Wisma Jerman

Vegan Revolution Kurangi Konsumsi Daging Untuk Kesehatan Diri dan Bumi
SURYA/Zainal Arif
Suasana Kegiatan diskusi antara Annabelle bersama puluhan orang yang hadir di Wisma Jerman, Jl. Taman AIS Nasution No.15 Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Sabtu (8/2/2020). 

SURYA.co.id | Surabaya - Wisma Jerman sebagai institusi kebudayaan jerman di Surabaya memperkenalkan kebudayaan Jerman lewat kegiatan 'Vegan Revolution' di Wisma Jerman, Jl. Taman AIS Nasution No.15 Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Sabtu (8/2/2020).

Dilansir dari sejumlah sumber, selama beberapa tahun terakhir negara jerman telah muncul sebagai kekuatan utama dalam revolusi 'vegan'.

"Konsumsi daging di Indonesia cukup tinggi, termasuk di surabaya, kami ingin warga surabaya sadar bahwa mengkonsumsi daging secara berlebihan itu tidak baik untuk kesehatan dan tidak sehat untuk bumi," kata Rebeca Dwi Palupi selaku Program Assistant Wisma Jerman.

Kegiatan ini mengundang pembicara yang merupakan seorang vegetarian dari Jerman yaitu Annabelle.

Annabelle berdiskusi bersama dengan puluhan peserta yang hadir dari berbagai komunitas yang khusus ingin mempelajari revolusi vegan.

Annabelle bercerita, bahwa meskipun Jerman terkenal akan hidangan berbahan dasar daging yang lezat, hal itu tidak menyurutkan tren vegetarian dan vegan dikalangan masyarakat Jerman, hal ini terjadi karena adanya kesadaran untuk hidup sehat dan menjaga lingkungan.

Sementara itu, sebagian masyarakat belum sadar tentang makan daging dapat berdampak ke lingkungan.

"Daging meninggalkan jejak karbon yang cukup tinggi, jadi masyarakat harus lebih bijak dalam mengkonsumsi makanan," sambung Rebeca.

Vegan juga mempunyai kekurangan karena menyebabkan kekurangan vitamin B12, sehingga dibutuhkan suplemen untuk pengganti daging.

"Vegan tidak dianjurkan untuk ibu hamil/anak kecil karena dapat menggangu perkembangan otak," ujar Rebeca.

Diakhir acara mereka mengikuti kelas memasak bersama makanan vegane Sommerollen dengan berbagai sayuran dan buah-buahan yang sudah disiapkan oleh Wisma Jerman, bahkan peserta berinisiatif membawa topping dan saos sendiri.

"Selain mendapat pemahaman tentang gaya hidup vegan, vegetarian, dan flexitarian di jerman, kami juga dapat merasakan makanan Vegane hari ini," kata Adit peserta dari Surabaya Hotel School

Penulis: Zainal Arif
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved