Breaking News:

Berita Bisnis

The Trans Icon Surabaya Kebut Pembangunan Konstruksi untuk Buka Mal di Kuartal I/2021

Progres pembangunan superblok The Trans Icon Surabaya telah mencapai penyelesaian sebagian pondasi basement

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Cak Sur
SURYA.co.id/Sri Handi Lestari
Marketing Director Fransiskus Afong (paling kanan), bersama Antony Susanto (kedua dari kanan), General Manager dan Hendry Trie Asmono (tengah) Head of Promotion, saat open house Imlek yang diisi donor darah dan pawai barongsai, Minggu (7/2/2020) lalu, di Marketing Gallery The Trans Icon, Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Progres pembangunan superblok The Trans Icon Surabaya telah mencapai penyelesaian sebagian pondasi basement.

Basement yang terdiri atas empat lantai itu akan menjadi dasar untuk penyelesaian superblok yang terdiri atas mal, apartemen, hotel dan office building tersebut.

Marketing Director The Trans Icon Surabaya, Fransiskus Afong mengatakan di bulan Februari 2020 ini pembangunan konstruksi sudah on the track.

"Targetnya sekitar Agustus - September sudah topping off (penutupan atap) dan sebagai tahap pertama, mal bisa segera operasional yang ditarget di kuartal I tahun 2021," jelas Fransiskus Afong di sela kegiatan open house Imlek The Trans Icon yang diisi kegiatan donor darah di Marketing Gallery, Surabaya, Minggu (9/2/2020).

Setelah selesai pembangunan kontruksi basement, kontraktor PT Total Bangun Persada, akan menyelesaikan konstruksi satu lantai per minggu.

Setelah mal yang ditarget operasional dikuartal I 2021, akan dilanjutkan dengan target serah terima untuk dua tower apartement, yaitu Aspen dan Alpine mulai akhir 2021.

"Saat ini untuk progres penjualan unit apartemen, untuk tower Aspen lebih dari 95 persen dan tower Alpine sudah lebih dari 60 persen. Targetnya di tahun ini bisa sold out," jelasnya.

Total jumlah unit apartemen di dua tower tersebut mencapai 1.400 unit. Terbagi dalam enam tipe.

Soal harga, menurut Afong saat ini rata-rata harga unit apartemen di Trans Icon mulai dari Rp 760 jutaan per unit.

"Harga ini sudah naik dibanding saat kami launching pertama di tahun 2018 sekitar Rp 600 an juta. Rata-rata per bulan harga unit di kami mengalami kenaikan antara 2-3 persen," jelas Afong.

General Manager The Trans Icon Surabaya, Antony Susanto menambahkan, dengan kondisi pasar di tahun 2020 ini, pihaknya optimis target sold out di tahun ini bisa tercapai.

"Apalagi lokasi kami sudah sangat bagus dekat dengan berbagai fasilitas akses jalan tol, itu yang ekternal. Yang internal di superblok kami, selain mal juga ada hotel standar bintang 6 yang akan jadi yang pertama ada di Surabaya," ungkap Antony.

Fasilitas internal itu antara room service, housekeeping, concierge, private lift dan infinity pool yang berada di lantai tertinggi.

Soal profil konsumen, Afong dan Antony menambahkan, bila saat ini sekitar 40 persen terdeteksi sebagai end user.

Sisanya sekitar 60 persen adalah investor yang berpotensi mendapatkan keuntungan dalam menjual kembali atau menyewakan unit saat tower sudah operasional.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved