Pemprov Jatim

Rp 10,53 Triliun Kawal Program Jatim Cerdas, Khofifah-Emil Fokus Penguatan SMK - SMA/MA Doble Track

Bulan ini tepat setahun pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak memimpin Jawa Timur.

Rp 10,53 Triliun Kawal Program Jatim Cerdas, Khofifah-Emil Fokus Penguatan SMK - SMA/MA Doble Track
foto: humas pemprov jatim
PENDIDIKAN - Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak, tak setengah-setengah dalam membangun bidang pendidikan dan kesehatan untuk masyarakat Jatim. Untuk pendidikan, Pemprov Jatim bahkan memberikan porsi besar (30 %) dalam APBD 2020. 

BULAN ini tepat setahun pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak memimpin Jawa Timur.

Tak butuh waktu lama, beragam kemajuan diraih Jatim. Sesuai janji awal saat menyampaikan visi misinya, Gubernur Khofifah bersama Wagub Emil menajamkan pervepatan pembangunan lewat program Nawa Bhakti Satya atau sembilan bhakti untuk memuliakan masyarakat Jatim.

Salah satunya di bidang pendidikan dan kesehatan untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Jatim secara adil dan merata. Untuk pengembangan bidang pendidikan, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Pemprov Jatim memberikan porsi besar dalam APBD tahun 2020.

Dari total APBD Jatim Rp 35,1 trilliun, sebesar 30 persennya (sekitar Rp 10,53 persen) dialokasikan khusus untuk sektor pendidikan.

"Di APBD Tahun 2020 kita banyak memberikan porsi untuk sektor pendidikan. Kita memprioritaskan pendidikan karena pendidikan merupakan ujung tombak pencetak SDM (sumber daya manusia) berkualitas di Jatim," lanjutnya.

Untuk itu, mantan Menteri Sosial di era Presiden Joko Widodo ini meminta agar di awal tahun, seluruh jajaran Dinas Pendidikan segera tancap gas.

Ia meminta agar lelang barang dan jasa di bidang pendidikan segera dilaksanakan. Tujuannya agar proses belajar mengajar bisa berlangsung dengan lancar dan baik.

"Kelengkapan kebutuhan untuk pendidikan yang menjadi tanggung jawab pemprov saya harapkan bisa segera dilakukan lelang. Ini sangat penting, untuk memenuhi dan menjamin kelancaran proses belajar mengajar," kata Khofifah.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menjelaskan, saat ini kebutuhan pendidikan khususnya untuk SMA dan SMK telah teranggarkan pada APBD, khususnya lewat program pendidikan gratis berkualitas (TisTas). Bahkan, alokasi anggaran untuk pendidikan mencapai sekitar 30 persen dari total anggaran.

"Dengan dukungan anggaran cukup besar, kami berharap kualitas pendidikan di Jatim bisa semakin meningkat selaras dengan program Jatim Cerdas. Dengan demikian, maka diharapkan juga akan bisa meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) di Jatim," urai Khofifah.

Halaman
1234
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved