Techno

Cara Baru agar Whatsapp (WA) Tak Disadap Versi Dosen Informatika UNS, Bisa Diterapkan Android & iOS

Berikut Cara Baru Cegah agar Whatsapp (WA) Tak Disadap Versi Dosen Informatika UNS, Bisa Diterapkan di Android & iOS.

Kolase KOMPAS.com/Bill Clinten dan Net via Tribun Jateng
Ilustrasi: Cara Baru agar Whatsapp (WA) Tak Disadap Versi Dosen Informatika UNS, Bisa Diterapkan Android & iOS 

Ia mengingatkan agar menghindari penggunaan koneksi WIFI publik yang tidak aman. Langkah ini akan mencegah Anda dari risiko akun WhatsApp Anda disadap.

Penyadap dapat mengakses perangkat Anda jika berada pada koneksi jaringan lokal atau wifi yang sama.

"Itu sebabnya sangat disarankan untuk tidak masuk ke jaringan publik dan tidak aman," papar dia.

5. Blokir instalasi dari sumber yang tidak dikenal

Tak hanya itu, dengan mengizinkan pemasangan aplikasi di ponsel Anda dari sumber yang tidak diketahui membuat ponsel Anda rentan untuk diretas jika ada orang yang mengakses ponsel Anda.

Anda harus mengunci pengaturan untuk menghentikan instalasi dari sumber yang tidak dikenal.

Jangan lupa pula untuk memeriksa rincian pengembang, peringkat, ulasan aplikasi yang sekiranya akan Anda pasang di perangkat Anda.

6. Pasang pengunci aplikasi

WhatsApp tidak memiliki fitur pengunci aplikasi. Meski demikian, Anda dapat mengunduh aplikasi yang dapat Anda gunakan untuk mengunci WhatsApp dengan kata sandi atau PIN.

Hal ini, kata Nurcahya, dapat membantu Anda mencegah siapa pun yang meminjam ponsel Anda untuk mengakses akun WhatsApp dengan mudah.

7. Deaktivasi akun Anda

Langkah terakhir yang dapat dilakukan jika akun Anda diretas adalah deaktivasi.

"Deaktivasi akun dengan cara mengirim email ke support@ whatsapp.com," kata Nurcahya.

Setelah e-mail Anda divalidasi oleh tim WhatsApp, akun Anda secara otomatis akan terhapus.

Aplikasi Whatsapp (WA) Bisa Disadap Lewat Kiriman File Video MP4

Sebelumnya, aplikasi whatsapp (WA) sempat bisa disadap lewat kiriman file video berformat MP4

Tak hanya disadap, wahtsapp (WA) mu bahkan bisa diambil alih oleh pihak pengirim video

Melansir dari Kompas dalam artikel 'WhatsApp Ternyata Bisa Diretas lewat Kiriman File Video', hal ini lantaran terdapat celah keamanan yang memungkinkan peretas untuk mengirim kode berbahaya lewat file video berformat MP4.

Hal tersebut dijelaskan oleh Facebook yang merupakan induk dari WhatsApp melalui sebuah pemberitahuan.

Dalam pemberitahuan yang dirilis, celah keamanan tersebut ditemukan pada sejumlah versi aplikasi WhatsApp.

"Problem ini terletak di proses parsing metadata file MP4 dan bisa digunakan untuk serangan DoS (Denial of Service) atau RCE (Remote Code Execution)," tulis Facebook dalam pengumumannya.

Dengan kata lain, celah keamanan itu bisa dieksploitasi untuk melakukan hal-hal seperti menyadap pesan pengguna hingga mengambil alih perangkat.

Untungnya, pihak WhatsApp kini sudah memperbaiki celah keamanan dimaksud lewat update.

Masalah di atas hanya ditemukan pada aplikasi WhatsApp versi sebelum 2.19.274 di Android, versi sebelum 2.19.100 di iOS, dan versi sebelum 2.25.3 untuk Enterprise Client.

Kemudian, celah keamanan yang sama juga ada di aplikasi WhatsApp versi sebelum dan termasuk 2.18.368 di Windows Phone, aplikasi WhatsApp Business versi sebelum 2.19.104 di Android, dan WhatsApp Business versi sebelum 2.19.100.

Supaya aman, kalau aplikasi WhatsApp di ponsel masih lebih tua dari versi-versi di atas, sebaiknya segera lakukan pembaruan.

Pihak WhatsApp mengatakan tak ada tanda-tanda celah keamanan tersebut sempat dieksploitasi oleh hacker sebelum ditambal, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Next Web, Selasa (19/11/2019).

"Kami membuat laporan secara publik tentang potensi-potensi masalah yang sudah diperbaiki sesuai dengan praktik di industri.

Dalam kasus ini, kami meyakini bahwa pengguna tak terdampak," ujar WhatsApp dalam sebuah pernyataan.

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved