Berita Mojokerto

3 Perempuan Terjaring Operasi Pekat Satpol PP Kota Mojokerto di Eks Lokalisasi Balongcangkring

Ketiga wanita itu diamankan karena diduga kuat sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) yang secara sembunyi-sembunyi masih menyediakan layanan prostitusi

3 Perempuan Terjaring Operasi Pekat Satpol PP Kota Mojokerto di Eks Lokalisasi Balongcangkring
surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni
Sejumlah orang yang diamankan dalam operasi pekat yang digelar Satpol PP Kota Mojokerto di eks lokalisasi 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Petugas Satpol PP Kota Mojokerto mengamankan tiga wanita di sebuah warung kopi kawasan Eks lokalisasi Balongcangkring, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Ketiga wanita itu diamankan karena diduga kuat sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) yang secara sembunyi-sembunyi masih menyediakan layanan prostitusi di Eks lokalisasi tersebut.

Mereka yang terjaring razia operasi Pekat ini digelandang ke dalam mobil untuk selanjutnya dibawa ke kantor Satpol PP Kota Mojokerto, Sabtu (8/2/2020) malam.

Kasatpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono menjelaskan razia kali ini dimaksudkan untuk menghapus prostitusi kawasan Eks lokalisasi yang sudah ditutup pada 2016.

"Jadi kami menindaklanjuti laporan warga terkait dua lokasi diduga melakukan pelanggaran prostitusi yang memang dulunya tempat ini adalah Eks lokalisasi," ujarnya, Minggu (9/2/2020).

Ketika ditangkap ketiga wanita ini berupaya melarikan diri dari kejaran petugas Satpol PP. Mereka akhirnya ditangkap saat bersembunyi di balik kamar mandi warung kopi. Ketiganya ditengarai melakukan transaksi prostitusi di lokasi Eks lokalisasi tersebut.

"Masih ada geliat prostitusi tapi aktivitasnya rendah karena sudah resmi ditutup sama 2016 silam, jadi kalau ada pelanggan ya diladeni tapi mereka sudah jarang yang menawarkan diri secara terang-terangan," ungkapnya.

Masih kata Dodik, Satpol PP Kota Mojokerto akan memberikan pembinaan terhadap ketiga wanita ini agar tidak mengulangi perbuatannya lagi. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Instansi pemerintah daerah dari Dinas Sosial untuk penanganan lebih lanjut.

"Kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan mengenai tes HIV terhadap yang bersangkutan untuk mengantisipasi adanya kemungkinan pendatang baru di sini," jelasnya.

Operasi Pekat yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Mojokerto ini dilanjutkan ke beberapa rumah kos tidak berizin di lingkungan Pulo dan Surodinawan.

Polisi penegak Perda ini juga melakukan razia ke sejumlah tempat hiburan malam di Kota Mojokerto.

Mereka mengamankan sejumlah pengunjung tempat hiburan malam yang kedapatan tidak mempunyai Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Para pelanggar ini diamankan ke kantor Satpol PP Kota Mojokerto untuk didata dan dilakukan pembinaan sesuai kesalahannya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved