Berita Gresik

Sembunyi dari Kejaran Polisi, Warga Krian Sidoarjo Ini Nekat Edarkan Sabu di Driyorejo Gresik

Arip Cahyono berusaha lari dari kejaran polisi seusai rekannya yang menjadi pengedar di Kecamatan Krian ditangkap polisi

Sembunyi dari Kejaran Polisi, Warga Krian Sidoarjo Ini Nekat Edarkan Sabu di Driyorejo Gresik
Polres Gresik
Arip Cahyono (33) warga kecamatan Krian, nekat edarkan sabu di Driyorejo diringkus polisi. 

SURYA.co.id | GRESIK - Arip Cahyono berusaha lari dari kejaran polisi seusai rekannya yang menjadi pengedar di Kecamatan Krian ditangkap polisi. Dia berusaha lolos dari kejaran dengan cara bersembunyi.

Satu kamar kos disewanya di Desa Legundi, Kecamatan Driyorejo. Warga Desa Barengkrajan, Kecamatan Krian, Sidoarjo, itu baru menetap satu bulan di Driyorejo. Pria berusia 33 tahun ini merasa aman dari kejaran polisi. Dia malah nekat mengedarkan narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polres Gresik.

Kasatreskoba Polres Gresik, AKP Heri Kusnanto, mengatakan setelah mendapat informasi, pihaknya langsung mendatangi kos kamar tersangka di Desa Legundi pada Selasa (4/2/2020) pukul 23.00 wib.

Tersangka saat itu sedang berada di dalam kamar.

Petugas mengetuk pintu, namun tak kunjung dibuka.

Saat dibuka paksa, tersangka kaget. Korps Bhayangkara datang masuk ke kamarnya. Selain mengamankan tersangka yang hanya lulusan SMP ini, petugas juga mencari keberadaan barang haram jenis sabu berada di dalam kamar kos.

"Dia berusaha melarikan diri. Lari ke belakang pekarangan rumah warga. Berhasil kami amankan," ujarnya.

Polisi akhirnya menemukan sejumlah barang bukti satu kotak plastik berisi tiga klip plastik yang berisi sabu seberat 1,40 gram, 0,87 gram, 0,33 gram.

Kemudian satu klip berisi lima plastik klip berisi sabu seberat 0,25 gram, 0,32 gram, 0,29 gram, 0,27 gram, dan 0,57 gram.

Selain itu barang bukti lainnya yang diamankan adalah satu plastik klip kosong, satu timbangan elektrik dan satu alat terbuat dari botol kaca bekas minuman.

"Sabu ini diedarkan ke wilayah Driyorejo, pembelinya kebanyakan dari pekerja pabrik," ucapnya.

Meski hanya sebulan mengedarkan sabu di Driyorejo. Keuntungan yang diperoleh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti makan dan pergi ke warung kopi.

"Sudah kita buka chat di handphone tersangka, pembelinya memang para pekerja pabrik di wilayah Driyorejo," tandasnya.

Kini, Arip harus tinggal di balik jeruji besi menyusul temannya yang lebih dulu ditangkap lebih dulu.

Pria pengangguran ini dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 Jo Pasal 112 ayat 1 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Penulis: Willy Abraham
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved