Kapal Perang China Pernah Masuk ke Laut Natuna Utara, Begini Kehebatan Frigate 054A Milik Tiongkok

Tak hanya kapal ikan dan coast guard, laut Natuna ternyata juga pernah dimasuki kapal perang China kelas Frigate 054A.

Youtube
Ilustrasi: Kapal Perang China Pernah Masuk ke Laut Natuna Utara, Begini Kehebatan Frigate 054A Milik Tiongkok 

Data tersebut diperoleh dari patroli udara rutin yang dilaksanakan oleh pesawat CN235 MPA TNI Angkatan Laut.

Seluruh kapal pemerintah Vietnam tersebut menyalakan transponder sehingga terdeteksi oleh perangkat penerima AIS (Automatic Identification System) milik instansi-instansi pengawas maritim di Indonesia.

Hal tersebut sengaja dilakukan untuk menunjukkan bahwa mereka bersungguh-sungguh dalam menjaga sumber daya mereka.

Namun berbeda halnya dengan kapal Coast Guard Cina, kapal ini tidak menyalakan transponder sehingga tidak terpantau manuvernya oleh perangkat AIS receiver manapun.

Namun kapal ini terdeteksi oleh radar surveillance canggih milik pesawat P-8304 dari jarak 120 NM (sekitar 222 km) berupa titik yang bergerak cepat.

Setelah diobservasi selama beberapa menit, May Febriyanto selaku Captain pilot memutuskan untuk melaksanakan identifikasi visual.

Kontak permukaan laut tersebut teridentifikasi sebagai kapal Coast Guard China dengan nomor lambung CCG-5305.

Taktik Terselubung China di Balik Aksi Kapal Coast Guard di Natuna

China memiliki taktik terselubung di balik aksi kapal-kapal coast guard-nya di laut Natuna

Aksi kapal-kapal nelayan dan coast guard China di Laut Natuna bertujuan untuk memprovokasi TNI

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Sisriadi, yang dilansir dari tayangan Kompas TV, Senin (6/1/2020)

Menurut Sisriadi, TNI tidak akan terpancing terhadap upaya provokasi yang dilakukan China

"TNI dalam hal Ini TNI AL dan AU yang melakukan operasi di sana melakukan prosedur-prosedur yang sudah disepakati internasional."

"Intinya di situ. Jadi kita tidak ingin terprovokasi," kata Sisriadi di Mabes TNI, Senin (6/1/2020).

Sisriadi mengungkapkan TNI tidak akan terprovokasi atas tindakan Tiongkok
Sisriadi mengungkapkan TNI tidak akan terprovokasi atas tindakan Tiongkok (Youtube Kompas TV)

Sisriadi menegaskan, prajurit TNI tidak ingin terprovokasi dalam menghadapi masuknya sejumlah kapal asing diduga milik China ke perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna.

"Mereka melakukan provokasi supaya kita melanggar hukum laut internasional itu sendiri."

"Sehingga kalau itu terjadi justru kita yang bisa disalahkan secara internasional dan kita yang rugi," ujar Sisriadi.

Sisriadi menyatakan TNI mematuhi hukum internasional dan aturan pelibatan (rules of engagement) yang berpedoman pada hukum nasional maupun internasional.

"Oleh karenanya, para prajurit kita, mereka melakukan tugasnya dengan rules of engagement yang diadopsi dari hukum-hukum yang berlaku secara internasional maupun nasional," ungkap Sisriadi.

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved