Berita Pasuruan

Dishub Akan Tambah CCTV di Jalur Rawan Kecelakaan dan Kejahatan di Pasuruan

Belum semua jalur rawan kemacetan ataupun kejahatan di Pasuruan yang bisa terpantau dengan kamera CCTV.

SURYA.co.id/Galih Lintartika
Simpang empat Bangil Pasuruan, salah satu jalur yang belum terpasang CCTV, Kamis (6/2/2020). 

SURYA.co.id | PASURUAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan berencana akan menambah jumlah Closed Camera System (CCTV) yang ada di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Pemasangan CCTV itu dilakukan untuk mempermudah pemantauan arus.

Kepala Dishub Kabupaten Pasuruan, Agus Hari Wibawa mengungkapkan, jumlah CCTV di Kabupaten Pasuruan masih minim.

Menurutnya, belum semua jalur rawan kemacetan ataupun kejahatan yang bisa terpantau dengan kamera CCTV ini. Hingga sekarang yang terpasang hanya 25 CCTV.

"Itu tersebar di sejumlah titik. Seperti persimpangan empat Pandaan, Alun-alun Bangil dan sejumlah titik lainnya. Itu belum maksimal dan kami rencanakan untuk penambahan CCTV agar pengawasan jalan raya lebih mumpuni,” kata Agus, Kamis (6/2/2020) siang.

Agus menambahkan, rencananya ada lima CCTV tambahan yang akan dipasang. Salah satunya di jalan Purwosari-Purwodadi, Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi.

Menurut dia, lokasi yang rencananya dipasangi CCTV tersebut merupakan jalur rawan.

Bukan hanya kemacetan, tetapi juga kecelakaan dan kejahatan jalanan.

"Penambahan pemasangan CCTV ini sangat diperlukan, karena bisa mempercepat penanganan ketika ada kejadian. Ketika ada macet, kejahatan dan sejenisnya yang terjadi akan dengan cepat diketahui dan bisa segera diatasi,” tambahnya.

Menurut Agus, untuk lima CCTV itu, pihaknya sudah menyiapkan dana hingga Rp 100 juta. Dana tersebut dialokasikan pada APBD 2020.

"Mudah-mudahan ini bermanfaat dan bisa memberikan dampak untuk masyarakat," kata dia.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved