Curhat Pilu Anak WNI Eks ISIS yang Terbiasa Lihat Pembantaian & Ingin Pulang, 'Saya Sangat Lelah'

Nada Fedulla, seorang warga negara indonesia (WNI) yang dibawa ayahnya yang menjadi anggota ISIS ke Suriah menangis menceritakan pengalaman pilunya.

Twitter
Nada Fedulla, seorang warga negara indonesia (WNI) yang dibawa ayahnya yang menjadi anggota ISIS ke Suriah menangis menceritakan pengalaman pilunya. 

SURYA.CO.ID - Nada Fedulla, seorang warga negara indonesia (WNI) yang dibawa ayahnya yang menjadi anggota ISIS ke Suriah menangis menceritakan pengalaman pilunya. 

Nada Fedulla harus mengubur cita-citanya menjadi dokter setelah berada di Suriah. 

Dia bahkan setiap hari disuguhi pemandangan tragis yakni pembunuhan dan pembantaian yang dilakukan para tentara ISIS di depannya. 

Pengalaman pilu Nada itu diunggah akun Twitter BBC Indonesia, @BBCIndonesia. 

Nada pun mengaku sangat ingin kembali pulang ke tanah air karena sudah tidak kuat berada di kamp pengungsi eks-ISIS di Suriah.

Beda Reaksi Prabowo dan Jokowi Soal Pemulangan 600 WNI Eks Milisi ISIS, BIN Turun Tangan

Mulanya Nada, anak seorang anggota eks-ISIS asal Indonesia tidak menyadari bahwa ayahnya akan membawanya ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

"Sebelumnya saya tidak tahu Ayah akan membawa kami ke sini," jelasnya.

Nada mengatakan ketika masih di Indonesia, dirinya sempat memiliki cita-cita untuk menjadi dokter dan merupakan pribadi yang senang belajar.

"Saat masih bersekolah, saya bercita-cita menjadi dokter, dan saya sangat senang belajar," ujarnya.

Setelah masuk dan hidup di lingkungan ISIS, Nada mengatakan dirinya kadang melihat kebrutalan tentara ISIS yang membantai orang di depan publik agar dapat dilihat oleh seluruh anggotanya.

Halaman
1234
Editor: Musahadah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved