Bayi Baru Lahir Terjangkit Virus Corona setelah 30 Jam Dilahirkan, Diduga Tertular di Rahim Ibu

Bayi Baru Lahir Terjangkit Virus Corona setelah 30 Jam Dilahirkan, Diduga Tertular di Rahim Ibu

Bayi Baru Lahir Terjangkit Virus Corona setelah 30 Jam Dilahirkan, Diduga Tertular di Rahim Ibu
Asia Wire via Daily Mail
Dokter di Wuhan sedang mempertemukan sseorang bayi dengan ibunya yang didiagnosa virus corona 

SURYA.CO.ID - Seorang bayi baru lahir dipastikan terjangkit virus corona setelah 30 jam dilahirkan di dunia.

Diketahui, bayi mungil tersebut dilahirkan dari ibu yang merupakan pasien penderita virus corona.

Meski terjangkit virus corona, pihak dokter rumah sakit mengatakan jika kondisi bayi tersebut masih stabil.

Melansir Daily Mail, dokter-dokter di China menemui kekhawatiran baru jika virus corona dapat menular di rahim ibu penderita.

Tak hanya itu, bahkan para ahli juga mengklaim jika virus corona mungkin dapat menular melalui feses.

Hingga berita ini diturunkan, pihak dokter masih merahasiakan jenis kelamin bayi yang lahir di Wuhan, China tersebut.

Foto yang dirilis Rumah Sakit Anak Wuhan menunjukkan dokter tengah merawat bayi yang terkena virus corona
Foto yang dirilis Rumah Sakit Anak Wuhan menunjukkan dokter tengah merawat bayi yang terkena virus corona (Wuhan Children's Hospital Weibo via Daily Mail)

Ia diketahui lahir pada Minggu (2/2/2020), namun 30 jam setelah dilahirkan dokter mendiagnosa bayi tersebut terjangkit virus corona.

Bayi itu kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Anak Wuhan, yang telah ditunjuk secara khusus oleh pemerintah untuk merawat semua anak yang terinfeksi.

Setelah tiga hari dirawat di Rumah Sakit Anak Wuhan, pihak medis menginformasikan kondisi bayi tersebut melalui unggahan di akun media sosial resmi.

Mereka mengabarkan jika sang bayi masih dalam kondisi stabil dan sedang berada di ruang inkubator.

Halaman
1234
Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved