Berita Surabaya

Hindari Lonjakan Rasio Kredit Macet, Bank Mandiri Dorong Nasabah Komunikasikan Permasalahan Kredit

Bank Mandiri meminta para nasabahnya rajin mengomunikasikan permasalahan kreditnya agar tidak sampai terjadi kredit macet.

Hindari Lonjakan Rasio Kredit Macet, Bank Mandiri Dorong Nasabah Komunikasikan Permasalahan Kredit
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Sulaiman Arif Arianto, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri (dua dari kiri) bersama Djojo Kusumo dari Wonokoyo dan Arif Harsono, Ketua APINDO Jatim, serta Eko Setiawan Nugroho, Asst Vice President (Micro Banking Head), saat mengangkat makanan yee sang atau yuseng di gathering Imlek Mandiri Surabaya, Selasa (4/2/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bank Mandiri terus berupaya memperlambat laju rasio NPL (non performing loan) atau rasio kredit macet

Pada tutup buku di tahun 2019 lalu, NPL Bank Mandiri secara nasional tercatat di angka 2,35 persen. Sementara di tahun 2018, NPL tercatat 2,79 persen.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Sulaiman Arif Arianto, mengatakan pihaknya juga berharap di tahun 2020 ini, NPL bisa lebih kecil dibanding 2019.

"Karena itu, kami minta kepada nasabah dari pengusaha yang sudah memiliki prediksi usahanya dalam tiga bulan ke depan, bila berpotensi mengalami masalah pada kreditnya, untuk segera berkomunikasi dengan kami," kata Sulaiman saat memberi sambutan dalam acara gathering nasabah dalam perayaan Imlek 2571 di Surabaya, Selasa (4/2/2020).

Dengan adanya komunikasi tersebut, Bank Mandiri bisa melakukan restrukturisasi atau rescedule dalam pembayaran kredit. Sehingga tidak mengganggu cashflow dari perbankan.

"Misalnya dengan adanya virus Corona saat ini, mungkin ada yang usahanya terimbas dan ada kaitannya dengan kredit bersama kami, bisa dikomunikasikan," ungkap Sulaiman didepan sekitar 340 nasabah Bank Mandiri Surabaya yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Selain tentang NPL, Sulaiman juga menyebutkan bila pertumbuhan keuntungan atau laba bersih Bank Mandiri yang tumbuh 9,9 persen dibanding tahun 2018. Yaitu mencapai Rp 27,4 triliun, sementara tahun 2018 sebesar Rp 25,02 triliun.

Laba bersih itu ditopang oleh penyaluran kredit yang naik double digit 10,65 persen menjadi Rp 907,5 triliun dari tahun sebelumnya Rp 820 triliun.

Sementara itu, kegiatan yang digelar di Surabaya tersebut, merupakan salah satu upaya bagi Bank Mandiri dalam memperkuat bisnis di wilayah Jawa Timur (Jatim). Kegiatan gathering perayaan imlek ini merupakan salah satu loyalty program bagi para nasabah dan masyarakat umum.

Setiap tahunnya Bank Mandiri menggelar perayaan Imlek bersama para nasabahnya. Serupa dengan tahun sebelumnya, agenda dilaksanakan di 3 Kota besar di Indonesia yakni Jakarta, Medan, dan Surabaya.

“Acara perayaan ini semata mata kami adakan sebagai bentuk penghargaan kami kepada nasabah setia, dan menjadikan Bank Mandiri sebagai bank utama dalam membangun bisnis dan meningkatkan kemakmuran serta kejayaan," tambah R Erwan Djoko Hermawan, Regional CEO Bank Mandiri Region VIII/Jawa 3

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved