Berita Gresik

Heboh Bocah Gresik Nyaris Diculik & Akan Dijual Rp 30 Juta, Begini Cara Ajarkan Anak Menjaga Diri

Heboh Bocah Gresik Nyaris Diculik & Akan Dijual Rp 30 Juta, Begini Cara Mengajarkan Anak agar bisa Menjaga Diri.

Kolase tribun jatim/willy abraham
Heboh Bocah Gresik Nyaris Diculik & Akan Dijual Rp 30 Juta, Begini Cara Ajarkan Anak Menjaga Diri 

Yang tak kalah penting, seberapa pun pintarnya si kecil menjaga diri, ia tetaplah seorang anak.

Di samping itu, salah satu forum konsumen perusahaan yang mengeluarkan produk untuk anak, sahabatnestle.com, membagi beberapa tips pencegahan penculikan terhadap anak.

Dalam salah satu artikel yang ditulis salah satu psikolog, Adriani Purbo, ada tips pencegahan yang unik namun layak dicoba.

"Beri simulasi penculikan agar anak bisa mengetahui tindakan apa yang harus dilakukannya bila ada orang yang berusaha dengan paksa mau menculiknya," tulis Adriani dalam forum itu.

Dalam simulasi, orangtua bisa mengajarkan kepada anak untuk berteriak minta tolong serta melakukan hal-hal yang menarik perhatian jika ada orang yang memaksa pergi.

Jika si anak sedang berada di lokasi ramai seperti pusat perbelanjaan, anak bisa diajarkan untuk berlari mencari petugas keamanan setempat.

Selain melakukan simulasi penculikan, Adriani berpendapat, tidak ada salahnya untuk memberi anak teknik dasar beladiri.

Hal tersebut bisa berguna bagi anak-anak yang berada dalam situasi terancam.

"Bekali anak dengan teknik dasar keterampilan bela diri agar bisa melepaskan diri dengan segera dari sekapan penculik," ujar Adriani.

Sebelumnya, penculikan anak yang terjadi di Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme membuat sejumlah pihak kaget, terutama para orang tua.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo menjelaskan bahwa tersangka penculikan Achmad Muzakki Maulana (25) warga Perum Banjarsari, Kecamatan Cerme ini baru pertama beraksi dan gagal.

Dia spontan melakukan aksi penculikan bocah berusia 9 tahun pada Senin (3/2/2020) pukul 18.00 Wib.

Pria yang juga sopir taksi online ini melakukan aksi keji tersebut seusai mengantar penumpang.

Saat melintas di Desa melihat anak kecil perempuan sehingga terbesit dengan tawaran rekan wanitanya asal Jawa Barat yang dikenalinya melalui aplikasi MiChat untuk melakukan aksi penculikan anak.

Teman wanita dunia maya itu, menjadi tempat curhatnya terkait masalah ekonomi.

Meski bekerja paruh waktu sebagai karyawan dan sopir taksi online, tersangka mengeluh kondisi ekonomi.

Apalagi mobil Daihatsu Sigra W 1187 EE warna silver itu belum lunas.

Mendapat keluhan masalah ekonomi oleh tersangka.

Wanita di MiChat itu memberikan pesanan agar mencari anak wanita berusia 1 sampai 10 tahun dan akan diberi tebusan.

Menurut Kapolres, pesanan itu belum tentu benar.

"Yang bersangkutan curhat karena kondisi keuangannya maka dibalaslah di aplikasi MiChat kalau misalkan mau saya siapkan uang. Ini belum tentu benar kebenarannya. Polisi masih melakukan penyelidikan," ucapnya.

"Tawaran dari teman wanita itu belum tentu benar. Apalagi yang bersangkutan belum pernah komunikasi lewat telepon dengan kawannya di MiChat, belum pernah transaksi apapun," jelasa Kapolres.

"Belum pernah melakukan aksi penculikan apapun. Baru ini sekalinya, dia juga meragukan keseriusan teman di aplikasi MiChat. Dia melakukan aksi penculikan secara spontan saja," imbuhnya.

Selama ini tersangka dengan wanita yang dikenalnya di aplikasi MiChat itu hanya sebatas berbalas chat.

Tersangka menggunkana aplikasi itu untuk mencari pasangan. Di usia yang masih 25 tahun, dia belum memiliki pasangan.

"Belum pernah komunikasi langsung, telepon tidak pernah, apalagi video call dan transaksi. Awalnya ragu ajakan aplikasi karena berfirikir pendek yang bersangkutan harus berhadapan dengan hukum," kata dia.

Rekan wanita di MiChat itu mengaku berasal dari Jawa Barat. Tersangka kadung percaya meski belum pernah mendengar suaranya.

Alumnus Akpol 2000 ini memastikan bahwa aksi penculikan anak ini karena spontan dan tidak ada kaitan dengan kasus penculikan anak di daerah lain.

Apalagi komplotan penculikan anak dan jual beli organ tubuh.

"Tidak ada kaitannya dengan penculikan anak di tempat lain. Yang bersangkutan baru kali ini dan gagal. Dia sendiri belum pernah komunikasi dengan yang mengajak," paparnya.

Mobil milik tersangka yang masih kredit kondisinya rusak parah.

Kaca mobil dipecahi warga yang menangkapnya kemarin petang.

Mata sebelah kiri tersangka luka para. Wajahnya lebam dan luka para di mata sebelah kiri.

Kapolres memberikan himbauan kepada warga agar tetap tenang dan tidak panik.

Aksi penculikan ini hanya spontanitas dan tidak ada kaitannya dengan aksi penculikan apapun.

Saat berhasil memasukkan bocag berusia 9 tahun ke dalam mobil. Tersangka juga bingung mau dibawa kemana.

"Himbauan masyarakat pertama mari kita menjaga anak kita masing-masing. Kedua jangan terlalu panik berlebihan. Tersangka melakukan ini belum tentu benar pesanannya," pungkasnya.

Polisi juga memburu teman wanita tersangka di aplikasi MiChat yang mengaku berasal dari Jawa Barat itu.

"Atas perbuatannya itu, tersangka kami jerat dengan UU Anak Pasal 76 Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara," tutup Kapolres.

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved