Pilkada Kediri 2020

Hari Pertama Pendaftaran Bacabup Pilkada Kediri 2020 Partai Golkar Langsung Diserbu Pendaftar

Hari pertama pendaftaran bacabup dan bacawabup Pilkada Kediri 2020 di DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri langsung diserbu para pendaftar

istimewa/dok pribadi
Insyaf Budi Wibowo (bawa map kuning) bersama anggota tim suksesnya seusai mendaftar bacabup Pilkada Kediri 2020 ke Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri, Rabu (5/2/2020). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Hari pertama pendaftaran bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) Pilkada Kediri 2020 di DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri langsung diserbu para pendaftar. Tercatat pada hari pertama ada 4 pendaftar bacabup dan satu bacawabup, Rabu (5/2/2020).

Bacabup yang mendaftar pertama HM Ridwan yang datang diantar sejumlah anggota tim suksesnya. Ridwan yang telah mendaftar ke sejumlah parpol merupakan pendaftar pertama.

Belum usai HM Ridwan mengisi formulir pendaftaran, sudah datang pendaftar kedua yang mengicar bacabup yakni Dini H Setyoningsih. Pengusaha asal Kabupaten Sidoarjo ini malahan mengaku sejak sehari sebelum pendaftaran sudah mulai stand by di Kediri.

Saat Dini H Setyoningsih masih mengisi formulir pendafaran, sudah datang pendaftar ketiga H Insyaf Budi Wibowo bersama belasan anggota tim suksesnya.

Sama seperti pendaftar lainnya, Insaf Budi Wibowo yang akrab disapa Mas Gaguk ini telah mendaftar bacabup ke sejumlah parpol, di antaranya Partai Nasdem, Partai Gerindra dan Partai Golkar.

"Saya mendaftar ke Partai Golkar karena merupakan partai senior. Selain itu Golkar juga punya strategi yang bagus," ungkapnya.

Saat tim sukses Mas Gaguk masih mengisi formulir pendaftaran telah datang mengantre pendaftar bacabup ke 4 Mujahid disertai wakilnya Eko Ediyono yang mendaftar sebagai bacawabup.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri, Sigit Sosiawan, menjelaskan pembukaan pendaftaran bacabup dibuka setelah turun juklak dan juknis dari DPP Partai Golkar.

"Pendaftaran dibuka hingga Sabtu (8/2/2020). Bagi calon yang maju melalui Golkar harus menyertakan hasil survei masing-masing bakal calon. Ada 10 lembaga survei yang telah ditunjuk oleh DPP Partai Golkar untuk melakukan survei," kata Sigit.

Terkait 10 lembaga survei ini merupakan kewajiban bagi para pendaftar.

"Kami sama sekali tidak menarik sepeserpun dari para calon," jelasnya.

Partai Golkar yang memiliki 6 kursi di dewan telah berkomunikasi dengan sejumlah parpol untuk diajak berkoalisi, di antaranya Partai Nasdem, Partai Demokrat, PAN dan PPP.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved