Grahadi

Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim Di Sumut, Transaksi Dagang Tembus Rp 474,5 Miliar

Misi dagang yang merupakan pertama kalinya di 2020 tersebut, berhasil menembus transaksi dagang senilai Rp 474,5 miliar.

Editor: Cak Sur
Humas Pemprov Jatim
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memukul gong secara simbolis sebagai tanda dibukanya Misi Dagang Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Sumatera Utara di hotel Grand Mercure Medan 

Peran misi dagang juga menjadi penting jika melihat perbedaan kebutuhan setiap wilayah. Dicontohkan oleh Gubernur Khofifah, hasil kelapa sawit di Sumut melimpah, sementara Jawa Timur kaya akan Dolomit.

Perkebunan sawit butuh dolomit, tetapi banyak yang belum tahu bahwa deposit dolomit di Jatim cukup besar. Hal ini perlu fasilitasi melalui forum seperti ini agar saling bertemu antara trader dan buyer dari kedua provinsi.

“Konfirmasi-konfirmasi terhadap masing-masing potensi, kebutuhan dan proses supply nya bisa didiskusikan melalui pertemuan semacam ini,” jelas mantan Menteri Sosial RI itu.

Hal senada disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajeksakh yang hadir mewakili Gubernur Sumut.

Melalui misi dagang ini juga, dirinya menjabarkan jika akhirnya bisa diketahui atas kelebihan dan kebutuhan kedua daerah.

Seperti pada komoditi daging sapi yang diakuinya, Sumut masih melakukan impor dari Australia.

Melihat kondisi daging sapi di Jawa Timur yang dinyatakan surplus dirinya tak menutup kemungkinan bahwa bisa dilakukan pembelian langsung dari Jawa Timur.

Maka dari itu, Wagub Musa menuturkan, jika sangat menyambut baik akan diselenggarakannya misi dagang semacam ini.

Ia berharap misi dagang bisa mendongkrak semangat para pebisnis dari dua provinsi.

“Dengan kerja sama antar kedua pemerintah, semoga dapat meningkatkan nilai perdagangan antara Sumatera Utara dan Jawa Timur," ucap Musa dalam sambutannya.

Dilaporkan pula, terdapat 147 pelaku usaha dipertemukan pada gelaran acara yang berlangsung selama empat jam tersebut.

Jumlah tersebut terdiri dari 31 pelaku usaha asal Jatim dan 116 pelaku usaha asli Sumut.

Sedangkan untuk komoditas yang diperjualbelikan di antaranya adalah benih kentang, bibit bawang putih, lensa kacamata, beras, gula, bobit sengon, garam, wortel, pupuk, benih bawang merah, bawang putih, briket arang organik, kemenyan, bola lampu, alas kaki, kopra, daging sapi, telur ayam, kambing, besi beton, kopi, jahe, tepung mocav, manisan bit, serbuk kulit kayu, kayu manis, pupuk borax, jahe merah, jahe gajah, briket batok dan terasi.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved