Selasa, 14 April 2026

Berita Jombang

Dampak Virus Corona, Harga Buah Impor Dari China Meroket

Harga berbagai jenis buah impor asal China atau Tiongkok Jombang, Jawa Timur, naik signifikan, Rabu (5/2/2020). Diduga disebabkan virus corona

Penulis: Sutono | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/sutono
Pedagang buah impor di Pasar Buah kawasan Stadion Merdeka, Jombang. 

SURYA.co.id, JOMBANG - Harga berbagai jenis buah impor asal China atau Tiongkok Jombang, Jawa Timur, naik signifikan, Rabu (5/2/2020).

Kian mahalnya harga buah asal negeri tirai bambu ini diduga disebabkan kebijakan pemerintah Indonesia yang mulai membatasi impor sejumlah produk asal China, terkait mewabahnya virus corona.

Tingkat kenaikan harga buah-buahan eks impor China ini cukup signifikan dan bervariasi.

Namun paling tinggi tingkat kenaikannya adalah anggur merah impor kualitas bagus, yang mencapai tingkat kenaikan hampir 100 persen alias dua kali lipat.

"Anggur merah, untuk yang kualitas bagus, yang semula harga satu boks (7-8 kilogram) Rp 145 ribu kini berubah Rp 280 ribu," kata Shoimah, pedagang di Pasar Buah kawasan Stadion Merdeka, Jalan Hayam Wuruk, Jombang, kepada surya.co.id, Rabu (5/1/2020).

Sedangkan tingkat kenaikan untuk jenis buah yang lain, rata-rata hampir 50 persen.

Misalnya, sambung Shoimah, apel fuji dari harga Rp 250 ribu menjadi Rp 340 ribu untuk satu boks. Kemudian kelengkeng per boks harga sebelumnya Rp 250 ribu menjadi 320 ribu.

Anggur untuk kualitas kelas dua (Kw 2) harga yang sebelumnya Rp 145 ribu menjadi 220 ribu dan jeruk mandarin dari Rp 150 ribu menjadi Rp 230 ribu serta buah pir dari Rp 165 ribu sekarang Rp 220 ribu per boks.

Harga tersebut merupakan harga yang dipatok pemasok kepada para pedagang eceran.

Shoimah mengaku tak mengetahui secara pasti penyebab naiknya harga buah eks impor ini.

Yang pasti kenaikan harga buah impor membuat dia kesulitan menjual kembali ke pembeli eceran. Bahkan beberapa hari ini omzet menurun, karena jumlah pembeli maupun volume pembelian merosot.

Hal senada diungkapkan Dewi, pedagang buah lainnya. Menurutnya, harga buah impor yang cenderung kian mahal ini berdampak pada daya beli masyarakat.

Selain itu, pasokan buah-buahan yang diterima juga mengalami penurunan kualitas dari sebelumnya.

Jika terus berlangsung, dipastikan para pedagang buah di Jombang ini akan merugi sebab dagangan mereka tak laku sehingga stok buah yang mereka jual menjadi layu.

Diapun berharap, kondisi ini segra normal kembali sehingga tak merugikan pedagang buah.

"Naiknya rata-rata sekitar 50 persen, otomatis pembeli berkurang. Lebih-lebih kualitasnya juga menurun. Mungkin karena ini menghabiskan stok lama. Stok baru belum dikirim dari China, mungkin karena ada ribut-ribut virus corona ini," keluh Dewi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved