Berita Nganjuk

Bolos Sekolah dan Cangkrukan di Warung, 6 Pelajar SMP di Nganjuk Terjaring Razia Polisi

Sebanyak enam anak terjaring razia penertiban siswa bolos Sekolah yang digelar jajaran Bhabinkamtibmas Kelurahan Begadung Polsek Nganjuk Kota.

Polres Nganjuk
Kegiatan razia jajaran Bhabinkamtibmas Kelurahan Begadung Polsek Nganjuk Kota terhadap siswa bolos sekolah dan cangkrukan di warung untuk bermain smartphone. 

SURYA.co.id | NGANJUK - Sebanyak enam anak terjaring razia penertiban siswa bolos Sekolah yang digelar jajaran Bhabinkamtibmas Kelurahan Begadung Polsek Nganjuk Kota. Hal ini setelah adanya informasi masyarakat akan adanya tempat berkumpul anak sekolah pada jam pelajaran di sebuah warung di Kota Nganjuk untuk bermain semartphone.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Begadung Polsek Nganjuk Kota, Aiptu Didik Djunaidi, menjelaskan adanya anak-anak sekolah yang membolos dan berkumpul di warung untuk bermain smartphone tersebut cukup meresahkan warga sekitar. Ini dikarenakan keberadaan siswa berkumpul di warung tersebut selalu dilakukan setiap hari.

"Warga merasa resah dan prihatin dengan para siswa yang membolos sekolah hanya untuk ngerumpi di warung sambil bermain smartphone. Makanya kami langsung tindaklanjuti informasi tersebut," kata Didik Djunaidi, Rabu (5/2/2020).

Setelah dilakukan penyelidikan di warung tempat siswa bolos sekolah berkumpul, menurut Didik Djunaidi, pihaknya bersama personil Bhabinsa TNI Kelurahan Begadung langsung mendatangi warung tersebut.

Ada enam siswa dengan berpakaian seragam sekolah berada di warung tersebut.

"Merekapun langsung kami kumpulkan dan didata diri masing-masing siswa yang membolos sekolah tersebut," ucap Didik Djunaidi.

Keenam siswa bolos sekolah itupun, dikatakan Didik Djunaidi, langsung dilakukan pembinaan lebih lanjut untuk tidak mengulang perbuatan membolos sekolah dan cangkrukan di warung bermain smartphone.

Para siswa tersebut juga diimbau untuk menghindari perbuatan negatif, seperti mengkonsumsi miras, menggunakan obat terlarang, serta menjauhi narkotika.

"Pesan-pesan positip tersebut kami lakukan sebagai sosialisasi kepada anak-anak muda untuk tidak coba-coba bermain dengan narkoba karena risiko yang buruk dan merugikan diri sendiri," tutur Didik Djunaidi.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved