Breaking News:

Berita Jember

Bioskop Jadi Komoditas Terpilih Penghitungan Angka Inflasi di Jember

BPS melakukan pemutakhiran diagram timbang Indeks harga Konsumen (IHK) berdasarkan Survei Biaya Hidup (SBH) tahun 2018.

IST
Ilustrasi 

SURYA.co.id | JEMBER - Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan pemutakhiran diagram timbang Indeks harga Konsumen (IHK) berdasarkan Survei Biaya Hidup (SBH) tahun 2018.

Pemutakhiran penghitungan angka inflasi ini berdampak pada hilangnya beberapa komoditas dalam penghitungan inflasi/deflasi atau IHK.

Sebelumnya penghitungan berdasarkan SBH tahun 2012, kini memakai SBH tahun 2018.

Dari survei baru tersebut, ada beberapa paket komoditas baru yang terpilih masuk dalam penghitungan penentuan IHK. Sementara, bebeapa komoditas lama hilang.

Berdasarkan keterangan dari BPS Jember, ada 835 jumlah komoditas terpilih di nasional, 98 di antaranya merupakan komoditas baru, dan 101 komoditas lama yang hilang. Beberapa komoditas baru yang terpilih antara lain lampu LED (hemat energi), jasa penitipan anak, tas travel, kereta abyi, juga sewa tempat karaoke, dan obat-obatan herbal, juga ada charger, power bank, aksesoris ponsel, dan jasa foto studio. Sedangkan komoditas lama yang hilang antara lain rantang, tarif Puskesmas, kalkulator, CD-tape-rec-radio, handycam, VCD/DVD, majalah remaja, tarif sewa motor, biaya kirim surat, dan kapur cat tembok.

Sementara, di Jawa Timur hasil SBH 2018, ada 563 jumlah komoditas terpilih yang dipakai penghitungan. 100 komoditas baru yang terpilih, dan 71 komoditas yang hilang. Komoditas baru terpilih tidak banyak jauh berbeda dengan dara nasional, begitu juga untuk komoditas yang hilang.

Sedangkan di Kabupaten Jember hasil SBH 2018, ada 358 komoditas terpilih, yang 80 di antaranya adalah komoditas baru, dan 83 komoditas hilang dari penghitungan.

Beberapa komoditas yang baru masuk penghitungan angka inflasi di Jember antara lain bioskop, power bank, angkutan udara, tas travel, tarif kedaraan roda 4 dan 2 online, accu, jasa penitipan anak, service AC, spring bed, dan ongkos binatu. Beberapa komoditas lama yang hilang antara lain tarif Puskesmas, personal komputer, modem internet, VCD/DVD player, kamera, VCD/DVD, playstation, majalah remaja, tarif sewa becak, dan biaya akses internet di Warnet.

"Komoditas yang hilang itu tidak dipotret lagi karena tidak dikonsumsi oleh masyarakat. Kalau tetap dipotret hasilnya tinggi, bisa mempengaruhi inflasi. Sementara masyarakat sudah tidak memakai atau jarang memakainya lagi. Contoh biaya kirim surat, paling anak sekarang sudah tidak kirim-kiriman surat, cukup pakai WA hape," ujar Kepala Seksi Statistik Distribusi BPS Jember Candra Birawa, Rabu (5/2/2020).

Potret komoditas yang hilang, dan terpilih, lanjut Candra, menunjukkan perubahan jaman juga kebutuhan masyarakat saat ini. Dia mencontohkan di Kabupaten Jember, adanya bioskop sebagai komoditas yang terpilih di penghitungan angka inflasi.

"Karena bioskop di Jember ini jumlahnya banyak, juga mall-nya. Bioskopnya ada lima dari yang awalnya hanya satu, jadi itu masuk penghitungan," lanjutnya.

Bisnis bioskop di Kabupaten Jember memang tumbuh pesat dalam dua tahun terakhir di tahun 2018 - 2019. Dari hanya satu bioskop, kini ada lima bioskop di Jember. Bioskop baru di Jember sebagian besar menyatu dengan keberadaan mall yang dibangun.

Candra menambahkan, pemutakhiran diagram timbang IHK itu dalam rangka menyempurnakan metologi berdasarkan standar penghitungan IHK sesuai buku Consumer Price Index Manual yang menjadi rujukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations (UN).

Diagram timbang IHK 2018 itu sudah mulai diterapkan saat menghitung angka inflasi di bulan Januari 2020 yang hasilnya diumumkan di awal Februari.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved