Berita Mojokerto

Sekolah Terendam Banjir, Siswa SD Tempuran Mojokerto Belajar di Masjid, begini Kondisinya

Banjir selama tiga hari ini mengakibatkan SD Negeri Tempuran, Desa Tempuran Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto, terendam, Selasa (4/2/2020).

Sekolah Terendam Banjir, Siswa SD Tempuran Mojokerto Belajar di Masjid, begini Kondisinya
surya.co.id/mohammad romadoni
Siswa SDN Tempuran belajar di ruangan TPQ Masjid Al Hikmah karena sekolahan mereka terendam air banjir. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Banjir selama tiga hari ini  mengakibatkan Sekolah Dasar Negeri Tempuran, Desa Tempuran Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto, terendam, Selasa (4/2/2020).

Dampak banjir mengakibatkan ruang kelas dan bangunan sekolah dasar tersebut terendam air banjit setinggi lebih dari 20 sentimeter.

Akibatnya, aktivitas belajar dan mengajar di ruangan kelas terpaksa di pindah ke lokasi aman.

Sebagian siswa SDN Tempuran diliburkan lantaran ruangan kelas mereka terandam air banjir.

Siswa kelas I sampai kelas V diliburkan untuk sementara. Sedangkan karena akan ujian khusus untuk siswa kelas VI tetap masuk sekolah namun tempat belajar dan mengajar di pindah menempati ruangan TPQ di dalam
Masjid Al Hikmah.

Dari pantauan di lapangan, ada 30 siswa kelas VI terlihat mengikuti proses belajar pembelajaran di ruangan tersebut. Mereka tampak antusias meskipun tempat yang digunakannya hanya beralaskan tikar duduk lesehan.

Sebagian siswa berpakaian seragam dan mengenakan baju bebas tanpa memakai alas sepatu.

Ikbal siswa kelas IV SDN Tempuran mengatakan terpaksa menempati ruangan ini karena sekolah mereka terendam banjir.

"Lebih nyaman belajar di kelas ya kan sekolahnya terkena banjir," ujarnya.

Guru SDN Tempuran, Triari Andriani menjelaskan pihak sekolah meliburkan siswa kelas I sampai kelas V. Untuk siswa kelas VI masuk lantaran untuk mengejar materi pelajaran menjelang Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) pada bulan Maret mendatang. Terkait jumlah peserta didik di sekolahan ini yakni sebanyak 191 siswa.

"Banjir ini sangat menganggu aktivitas di sekolah kasihan siswa jadinya tidak bisa bersekolah," ungkapnya.

Ia menjelaskan dampak banjir ini merendam ruangan kelas I, kelas II dan kelas III. Meski siswa tersebut diliburkan pihak sekolah meminta masing-masing peserta didiknya tetap belajar di rumah.

Meski banjir merendam tiga ruangan kelas, lanjut dia, tidak sampai merendam buku sekolah. Mereka sudah memindahkan buku-buku pelajaran ke tempat kering yang lebih aman. Pasalnya, dari pengalaman kemarin banjir sempat merendam buku pelajaran.

"Banjir tahun ini paling parah sama dengan banjir sebelumnya," tandasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved