Bonek vs Gengster

Penyebab Munculnya Gerakan 'Bonek vs Gengster' di Media Instagram, Bonek Turun Tangan Jaga Surabaya

Maraknya aksi kekerasan oleh gengster bersenjata tajam di Surabaya, turut menggugah suporter Persebaya Surabaya Bonekmania.

surya.co.id/ndaru wijayanto
Slogan Bonek vs Genster 

"Untuk meminimalisir hal ini tentunya ada wadah komunitas Bonek yang bisa memberi arahan," tandasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran menyebut, fenomena kemunculan gangster karena dua kelompok geng KP Jawara dan All Star pecah menjadi beberapa kelompok kecil.

"Di tubuh kelompok ini tidak ada ketua atau pemimpin. Namun mereka bersolidaritas dan bergerak atas dasar pertemanan," kata Sudamiran, Selasa (4/2/2020).

Lebih lanjut, Satreskrim Polrestabes Surabaya terus memelototi akun-akun media sosial yang diduga merupakan milik kelompok geng pelajar.

"Ya kami siapkan patroli cyber, lalu melakukan upaya pencegahan dengan melakukan patroli tersamar di titik-titik rawan. Kami juga aktif mengikuti kegiatan mereka di media sosial," tandas Sudamiran.

Untuk diketahui, kekacauan dibuat dua kelompok geng remaja di Surabaya yang bernama Kampung Jawara (KP Jawara) dan All Star.

Mereka sebetulnya sudah dilakukan penindakan tegas oleh kepolisian sejak setahun lalu. 

Tak hanya kepolisian, Pemerintah Kota Surabaya pun memanggil sebagian dari mereka untuk melakukan deklarasi perdamaian, Kamis (10/10/2019) lalu di ruang lantai II gedung Siola Surabaya.

Meski sebagian bersepakat damai, namun ribuan member dua geng ini belum sepenuhnya terima keputusan sebagian member yang berdamai.

Buktinya, Satreskrim Polrestabes Surabaya mengamankan 16 anak di bawah umur di Taman Mundu,Tambaksari, Surabaya yang diketahui merupakan anggota geng All Star tengah membawa senjata tajam dan hendak menyerang markan geng KP Jawara, Sabtu (12/10/2020) malam.

Setelah itu, konflik antara dua geng ini seolah meredam. Tapi, siapa sangka, fenomena geng pelajar itu menemui babak baru di awal tahun 2020 hingga meresahkan masyarakat.

Penulis: Ndaru Wijayanto
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved