Berita Lamongan

Dua Mahasiswa Lamongan Pulang Secara Mandiri dari China, Langsung Monitoring Kesehatan di Kesbangpol

Dua mahasiswa asal Lamongan ini memutuskan untuk pulang karena takut dengan penyebaran virus corona di China.

SURYA.co.id/Hanif Manshuri
Mahasiswa asal Lamongan yang pulang mandiri dari China langsung menjalani monitoring kesehatan di Kantor Kesbangpol, Selasa (4/2/2020). 

Sebab kalau belum lancar bahasanya belum boleh ambil jurusan. Sesuai rencana memilih jurusuan manajemen dan sastra Mandarin.

Shelva mengaku, ia dan para mahasiswa lainnya berharap berharap wabah virus corona di China segera berakhir, agar dirinya bisa segera kembali melanjutkan pendidikan.

Selain Shelva dan Iffa Maratus Shohibul Birri, menurut Kepala Kesbangpol Lamongan, Sudjito, ada beberapa mahasiswa asal Lamongan juga telah pulang secara mandiri.

Mereka adalah Nurul Hikmawati, asal Desa Takerharjo, Kecamatan Solokuro serta dua mahasiswa asal Kecamatan Lamogan, yaitu Fierdaus Budhi Raharja, warga Perumnas Made dan Aulia Fatihah, asal Kelurahan Sukorejo dan Ayu Winda.

Ada satu lagi mahasiswa mandiri, Muhammad Nurul Khozin, warga Perumda Deket, belum mau pulang.

"Katanya jarak tempat si mahasiswa kuliah itu sangat jauh dengan Wuhan dan dia merasa tidak ada masalah, sehingga dia tidak mau pulang," kata Sudjito.

Sudjito menambahkan, kelima mahasiswa yang telah pulang secara mandiri tersebut akan mendapatkan pendampingan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan.

Mereka akan dikarantina di rumah masing-masing, dilarang keluar selama 14 hari.

"Untuk memantau kesehatan mereka dilakukan petugas Puskesmas di masing-masing kecamatan," katanya.

Sudjito menambahkan, selain 5 mahasiswa yang pulang secara mandiri, masih ada 3 mahasiswa asal Lamongan yang telah dievakuasi dari China dan kini menjalani observasi di Natuna bersama ratusan WNI lainnya.

Tiga mahasiswa dari Unesa ini sudah ada di Natuna. Jadi data yang dimiliki Kesbangpol, saat ini ada 9 mahasiswa asal Lamongan yang ada di China, yaitu 5 pulang secara mandiri, 3 dipulangkan pemerintah dan satu lagi masih bertahan tidak mau pulang.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved