Anak Meninggal Kelaparan saat Ayah Diisolasi karena Terjangkit Virus Corona & Ibunya Meninggal

Nasib tragis dialami seorang remaja pengidap cerebral palsy di China setelah sepekan ditinggal ayahnya yang terjangkit virus corona.

Weibo via Kompas.com dan Kolase Daily Mail
Anak Meninggal Kelaparan saat Ayah Diisolasi karena Terjangkit Virus Corona & Ibunya Meninggal 

Di Weibo, tagar "ayah dari korban cerebral palsy akhirnya berbicara" menjadi trending dan telah dilihat lebih dari 270 juta kali.

Sementara tagar tentang si wali kota yang dipecat juga dilihat 66 juta kali.

"Saya marah sekaligus sedih. Terlalu menjijikkan," ujar seorang netizen.

Sebelumnya otoritas Hubei, provinsi yang menjadi asal muasal penyebaran virus corona, juga dikritik karena dianggap menahan informasi terkait patogen tersebut.

Cerebral palsy adalah nama serangkaian kondisi yang memengaruhi gerakan dan koordinasi.

Gejalanya dilaporkan bervariasi. Seperti tremor, otot kaku atau lemah, kesulitan dalam menelan, punya masalah dengan penglihatan, berbicara, maupun mendengar.

Nyawa Pasien Virus Corona Tak Tertolong, 2 Dokter Dihajar hingga Patah Tulang

Sementara itu, nasib miris juga menimpa dua dokter yang sedang merawat pasien virus corona.

Karena nyawa pasien tersebut tak tertolong, pihak keluarga pun tak terima dan menghajar kedua dokter yang menanganinya hingga patah tulang.

Penyebaran virus corona memang menjadi cobaan berat bagi para petugas medis di China.

Halaman
1234
Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved