Kilas Balik

Alasan Rayuan Maut Bung Karno Ditolak saat Meminang Fatmawati, Endingnya Minta Waktu 6 Bulan

Rayuan maut Bung Karno rupanya pernah ditolak oleh Fatmawati. Kala itu, Bung Karno tengah berada di pengasingannya di Bengkulu. Ini kisah lengkapnya.

KOLASE KOMPAS
Alasan Rayuan Maut Bung Karno Ditolak saat Meminang Fatmawati, Endingnya Minta Waktu 6 Bulan 

SURYA.co.id - Rayuan maut Bung Karno rupanya pernah ditolak oleh Fatmawati.

Kala itu, Bung Karno tengah berada di pengasingannya di Bengkulu.

Suatu hari Fatmawati datang untuk meminta saran terkait jodoh pada Bung Karno.

Namun Bung Karno tidak memberikan saran apapun, sebab ia memilih untuk mengungkapkan isi hatinya pada Fatmawati.

“Fat, sekarang terpaksa aku mengeluarkan perasaan hatiku padamu. Dengarlah baik-baik,” ujar Sukarno, seperti dikutip dari Kompas dalam artikel "Kisah Cinta Bung Karno, Sempat Ditolak Fatmawati karena Tak Mau Dipoligami"

“Begini Fat ... sebenarnya aku sudah jatuh cinta padamu pertama kali aku bertemu denganmu, waktu kau ke rumahku dahulu pertama kali.”

Fatmawati bingung. Pelik. Dalam memoarnya, ia mengenang saat itu hanya mampu menjawab: "Fat kasihan sama Bapak.”

Meski cinta Bung Karno belum terbalas oleh Fatmawati, namun Sang Proklamator tak berhenti mengungkapkan cinta dengan memberikan sejumlah rayuan.

"Aku seorang pemimpin rakyat yang ingin memerdekakan bangsanya dari Belanda, tapi rasanya aku tak sanggup meneruskan jika kau tak menunggu dan mendampingi aku. Kamu cahaya hidupku, untuk meneruskan perjuangan yang maha hebat dan dahsyat.”

Mendapatkan sejumlah rayuan luar biasa menyentuh rasa, Fatmawati kebingungan dan hal itu ia sampaikan pada ayahnya, Hasan Din.

Alasan Fatmawati tolak Bung Karno

Alasan Fatmawati menolak pinangan Bung Karno sangat sederhana.

Ia tak ingin menyakiti hati Inggit, dan tak ingin dipoligami.

Namun tetap saja Bung Karno tak berhenti berjuang.

Bung Karno bahkan meminta waktu selama 6 bulan untuk menyelesaikan persoalannya dengan Inggit.

Mulai saat itu kisah cinta Bung Karno dan Fatmawati tak jelas hingga kedatangan pendudukan Jepang pada tahun 1942.

Bung Karno telah kembali ke Jawa namun komunikasi keduanya terus berjalan.

Rumah panggung Fatmawati

Fatmawati memiliki nama kecil Fatimah.

Dia adalah putri pasangan Hassan Din dan Siti Chadijah yang tinggal di rumah panggung kayu tidak jauh dari rumah pengasingan Bung Karno di Bengkulu. 

Dilansir dari Kompas.com (grup Surya.co.id), rumah tersebut dibangun pada tahun 1920.

Dengan ukuran 9 x 10 meter, rumah tersebut berbentuk panggung khas rumah Bengkulu.

Saat ini rumah tersebut menjadi tempat wisata.

Beberapa warga meyakini, rumah tersebut sudah tak asli, begitu pun tempatnya saat Fatmawati masih kecil.

"Sayang tak ada pemandu sehingga banyak pertanyaan tentang rumah ini tak bisa terjawab," kata beberapa pengunjung.

Di rumah tersebut terdapat beranda dan satu pintu rumah untuk menuju ke dalam rumah yang dipenuhi foto Fatmawati bersama keluarganya termasuk foto Bung Karno dan anak-anakanya.

Di dalam ruangan sebelah kiri terdapat meja rias sederhana dan kursi kecil berbahan besi, serta tempat tidur besi.

Sementara di seberang ada ruangan yang berukuran sama dengan peraduan.

Di dalamnya ada sebuah mesin jahit berwarna merah tua bercampur karat. konon dengan mesin jahit tersebut Ibu Fat menjahir Sang Saka Merah Putih yang dikibarkan pada 17 Agustus 1945.

Penulis: Arum Puspita
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved