Berita Tulungagung

Terbantu CSR, Peserta Asuransi Usaha Tani Padi di Tulungagung Mencapai 97 Persen

Secara total lahan pertanian di Tulungagung yang sudah terlidungi AUTP seluas 4.850 hektar, atau sekitar 97 persen.

SURYA.co.id/David Yohanes
Seorang petani di Tulungagung menjemur gabah hasil panen. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Minat para petani di Tulungagung untuk ikut Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sangat rendah. Padahal, AUTP diluncurkan untuk mencegah kerugian petani akibat gagal panen padi karena banjir dan bencana alam.

Menurut Kasi Penyuluhan dan Pembiayaan Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Edi Purwosantoso, total lahan pertanian padi tahun 2019 sekitar 5000 hektar.

Dari luas itu, hanya 600 hektar yang ikut AUTP, atau sekitar 12 persen dari luas lahan.

“Kalau murni dari petani, luasnya tak lebih 600 hektar. Tapi kami terbantu dengan keberadaan CSR,” terang Edi.

Secara total lahan pertanian yang sudah terlidungi AUTP seluas 4.850 hektar, atau sekitar 97 persen.

Selain 600 hektar yang dibayar mandiri oleh petani, sisanya dibayarkan oleh pihak ke-3 melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Keikutsertaan dana CSR ini sangat membantu petani untuk mengantisipasi gagal panen.

“Misalnya terjadi banjir atau bencana alam, petani masih terlindungi dan tidak terlalu merugi,” sambung Edi.

Dari total lahan padi yang terlindungi asuransi, 12 hektar di antaranya telah menerima klaim.

Klaim diberikan karena terjadi serangan hama hingga lebih dari 75 persen, dan rusak karena banjir lebih dari 75 persen.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved